Oleh: Salamuddin Daeng, Aktivis 98 Resolution Network

Berita Teraktual
Presiden Prabowo baru saja melantik Maruarar Sirait sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dalam pertemuan singkat, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memberikan karpet merah untuk rakyat, bukan hanya untuk investor atau pengusaha besar. Ini adalah awal dari Prabowonomics, sebuah konsep ekonomi politik yang berfokus pada kesejahteraan rakyat.
Menteri PKP Maruarar Sirait langsung mengambil langkah penting dengan menggelar karpet merah untuk rakyat untuk mendapatkan rumah yang layak. Bersama dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum, mereka memutuskan untuk menghapus biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi perumahan subsidi.
Ini adalah langkah awal yang jitu untuk menggairahkan kembali masyarakat untuk membeli rumah subsidi. Program ini diharapkan dapat mengatasi lebih dari 9,9 juta backlog perumahan dan 26,9 juta rumah tidak layak huni di Indonesia.
Prabowonomics bukan hanya sekedar konsep, tapi sebuah komitmen untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmennya dengan menjadikan program tiga juta rumah sebagai salah satu proyek strategis nasional.
Kementerian PKP juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan, seperti penurunan GWM (Giro Wajib Minimum) BI, insentif penghapusan PPN perumahan subsidi, dan perpanjangan insentif PPN DTP 100% untuk rumah di bawah 2 milyar rupiah.
Dengan Prabowonomics, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Ini adalah saatnya bagi kita untuk berani bermimpi besar dan bekerja sama untuk mencapai Indonesia yang lebih sejahtera.(GD/Sky)