
Berita Teraktual-Bekasi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Setu menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) di Aula Kantor Kecamatan Setu, Kamis (27/11/2025) pagi. Mengusung tema “Menjaga Kebaikan, Merawat Kemaslahatan”, agenda lima tahunan ini dibuka langsung oleh Camat Setu, Joko Dwijatmoko, M.Si., dan menjadi momentum penting penguatan peran MUI di tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Joko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus MUI Setu atas dedikasi dan kontribusi yang selama ini diberikan. Ia menegaskan bahwa keberadaan MUI sangat vital sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, bukan hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga sektor sosial lainnya.
“Siapa pun yang terpilih nantinya, kami berharap dapat bekerja sama dengan baik. MUI adalah wadah berbagai organisasi keagamaan sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Panitia Muscam, Ustadz Eras Rasyied, M.Pd., menekankan bahwa Muscam merupakan amanah organisasi yang harus dilaksanakan secara berkala. Ia berharap kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam memperkuat eksistensi dan kontribusi MUI di tengah masyarakat.
“Semoga Muscam ini mampu berkontribusi terhadap eksistensi MUI. Ke depan, MUI harus menjadi kesatuan yang utuh dalam menjaga kedamaian dan ketenangan umat,” kata Eras.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kecamatan Setu, H. Anen, menyoroti pentingnya sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, MUI harus menjadi rumah besar bagi umat serta menawarkan ruang kolaborasi yang konstruktif.
“Siapa pun boleh masuk ke rumah besar ini, dengan tujuan membawa makna Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kami berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan baik,” ujarnya.
Dari tingkat kabupaten, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bekasi, KH. Drs. Ahmad Sanukri, MM., menegaskan kembali dua fungsi utama MUI, yakni sebagai pelayan masyarakat dan mitra pemerintah. Ia juga mengumumkan adanya peningkatan anggaran pembinaan untuk MUI kecamatan pada tahun 2025.
“Tahun ini ada kenaikan anggaran menjadi Rp10 juta per kecamatan, dari sebelumnya Rp8 juta. Kami berharap MUI Setu dapat terus mendukung program pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar pengurus baru yang terpilih nantinya segera menyusun langkah-langkah konkret pasca-Muscam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si., Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, serta tokoh masyarakat H. Toto Iskandar.
Muscam MUI Setu 2025 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kiprah ulama di kalangan masyarakat serta mempertegas peran MUI sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kemaslahatan umat.(Red/Sky).