
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Sardi Efendi melaksanakan kunjungan kerja sekaligus dialog terbuka bersama jajaran pengurus FKRW Pejuang, Senin (16/2/2026), di Pojok Sosro RW 30, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.
Kegiatan yang diinisiasi Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Pejuang tersebut dihadiri Lurah Pejuang, unsur LPM dan BKM, Bhabinsa, Bimaspol, serta 33 Ketua RW se-Kelurahan Pejuang. Dialog berlangsung komunikatif dengan fokus pada penyampaian aspirasi serta penguatan sinergi antara legislatif dan unsur kewilayahan.
Ketua FKRW Pejuang, Blasius Fernandez, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD di tengah para pengurus RW dan masyarakat. Ia menjelaskan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi pengurus RW Pejuang dengan Wali Kota Bekasi beberapa waktu lalu.
“Langkah ini kami lakukan secara terstruktur sebagai tindak lanjut hasil pertemuan dengan Wali Kota Bekasi, agar aspirasi warga dapat dikawal hingga tingkat legislatif,” ujar Blasius.
Dalam forum tersebut, FKRW menyampaikan sejumlah isu krusial, antara lain pembangunan infrastruktur untuk penanganan banjir, pengelolaan dan armada pengangkut sampah, pengadaan sarana fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum), hingga kuota Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Selain itu, peningkatan pembangunan jembatan pada tiga aliran sungai di wilayah Pejuang, Kali Kapuk, Kali Gani, dan Kali Bancong, juga menjadi perhatian. Usai memaparkan aspirasi, FKRW menyerahkan berkas tertulis kepada Ketua DPRD.
“Kami ingin memastikan setiap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan daerah,” tegas Blasius.
Sementara itu, Lurah Pejuang Suhendra menilai penanganan banjir dan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah wilayah dan pemerintah daerah. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penertiban bangunan liar yang menyebabkan penyumbatan aliran air.
Menurutnya, normalisasi kali yang dilakukan secara bertahap oleh dinas terkait telah memberikan dampak signifikan, namun tetap membutuhkan dukungan lintas sektor agar hasilnya optimal.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sardi Efendi menyatakan Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan penanganan genangan dan banjir secara komprehensif, terutama di wilayah yang berbatasan dengan kabupaten.
Ia juga menyoroti kebutuhan armada dump truck untuk pengangkutan sampah yang masih perlu ditambah, khususnya di wilayah Pejuang. Terkait pengadaan fasos dan fasum di perkampungan, ia mempersilakan pengajuan melalui pemerintah daerah dengan memperhatikan ketentuan dan nilai tanah sesuai NJOP.
Untuk pengajuan kuota PTSL, Sardi menegaskan pentingnya memperhatikan aturan, penetapan lokasi (penlok), serta ketentuan yang berlaku. Begitu pula dengan rencana peningkatan pengecoran jalan yang kerap terdampak banjir di Perumahan THB, menurutnya perlu kajian cermat terhadap kondisi badan jalan.
“Kehadiran kami bukan sekadar agenda formal, tetapi bentuk komitmen mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Sardi.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama sebagai simbol komitmen membangun komunikasi yang berkelanjutan antara DPRD dan unsur kewilayahan di Kelurahan Pejuang.(AHD)