Dari Tradisi Keluarga Pergerakan, Aktivis Mahasiswa, Jurnalis, Intelektual Politik, Penggerak Ekonomi Kerakyatan, hingga Komisaris BUMN

Pojok Aktual
PROLOG
Syafrudin Budiman, S.IP, yang akrab disapa Gus Din, adalah sosok yang perjalanan hidupnya tumbuh dari tradisi keluarga yang dekat dengan dakwah, pendidikan, organisasi, dan pergerakan.
Perjalanan itu berkembang melalui dunia mahasiswa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kegiatan sosial, jurnalistik, konsultan media, pendidikan politik, organisasi kepemudaan, politik praktis, gerakan ekonomi kerakyatan, relawan politik, hingga profesional di BUMN.
Gus Din tidak hanya berpindah dari satu ruang gerakan ke ruang lainnya. Ia menunjukkan proses transformasi: dari aktivis mahasiswa menjadi jurnalis, intelektual politik, organisator, praktisi komunikasi politik, penggerak UMKM, politisi, relawan, hingga profesional BUMN.

BAB I. KELUARGA DAN AKAR PERGERAKAN
Syafrudin Budiman adalah putra bungsu dari lima bersaudara, pasangan Almarhum Ustadz Ach. Zainuddin HR dan Almarhumah Mardhiyah.
Ayah: Ustadz Ach. Zainuddin HR
Tokoh dakwah dan aktivis Muhammadiyah dari Sumenep, Madura. Aktif di Majelis Tabligh Muhammadiyah Sumenep dan Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah. Dari ayahnya, Gus Din belajar bahwa dakwah dan organisasi harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan kebangsaan.
Ibu: Mardhiyah
Aktivis perempuan Muhammadiyah. Pernah dipercaya sebagai Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sumenep dan aktif di PD Aisyiyah Sumenep. Dari ibu, Gus Din mengenal tradisi gerakan perempuan, pendidikan, dan pengabdian sosial.
Kakek: Ustadz/KH Abdul Kadir Muhammad (AKM/HAKAM)
Tokoh dakwah, pendidikan, dan penggerak Muhammadiyah di Sumenep dan Pulau Kangean. Disebut sebagai salah satu dari 50 Tokoh Muhammadiyah Paling Berpengaruh di Jawa Timur versi PWMU.
Lahir di Surabaya, 22 Februari 1916. Keponakan KH Mas Mansur, Pahlawan Nasional. Pada 1974 ia berdakwah ke Pulau Kangean dan mendirikan YPPMI – Yayasan Pondok Pesantren Modern Islamiyah di Arjasa, Kangean. Di lembaga itu berkembang Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan IPM. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD Sumenep dari Masyumi.
Warisan Keluarga:
Dakwah – Pendidikan – Muhammadiyah – Organisasi – Pengabdian.
Warisan itu kemudian dikembangkan Gus Din melalui jalurnya sendiri: Mahasiswa → IMM → Jurnalistik → Politik → UMKM → Relawan → BUMN.
BAB II. PERGERAKAN MAHASISWA DAN IMM
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Aktif di Senat Mahasiswa, BEM, HMJ, dan pernah menjabat:
- Ketua I Bidang Organisasi SEMA-UWKS
- Bendahara Senat Mahasiswa UWKS
- Ketua Litbang BEM FISIP UWKS
- Ketua HMJ Ilmu Politik
- Ketua SC LKMM SEMA-UWKS
Di IMM:
Ketua Umum Komisariat IMM UWKS → Ketua Bidang Hikmah PC IMM Surabaya → Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Jatim → Ketua Umum Careteker PC IMM Sumenep → Sekretaris & Ketua Bidang Sosek PP IMM.
Dikenal sebagai “MACAN SIDANG” karena pernah menjadi Ketua Presidium Sidang Muktamar IMM XII Ambon 2006 dan Ketua Presidium Tanwir IMM menjelang Muktamar XIII Bandar Lampung 2008.
BAB III – XII. RINGKASAN PERJALANAN
- Jurnalistik & Konsultan Media: Jurnalis Surabaya Post. Konsultan komunikasi publik, media, riset, dan komunikasi politik.
- Pendidikan: S1 Ilmu Politik UWKS. S2 Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.
- Politik: Pendiri Laksamana for Prabowo-Hatta 2014. Caleg PAN DPR RI 2014 & 2024. Mendirikan Partai UKM Indonesia, lalu fusi ke PAN 2022.
- Relawan: Aliansi Relawan Jokowi 2019. Koordinator Nasional ARPG & Ketua Umum PP Barisan Pembaharuan 08 untuk Prabowo-Gibran 2024.
- Ekonomi Kerakyatan: Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia. Fokus UMKM, koperasi, kewirausahaan.
- BUMN: Komisaris PT Jasa Marga Related Business (JMRB).
BAB XIII. BENANG MERAH & VISI
Perjalanan Gus Din adalah kesinambungan nilai keluarga: dari dakwah KH Abdul Kadir Muhammad, dakwah Ustadz Ach. Zainuddin HR, dan gerakan perempuan Mardhiyah.
Nilai itu ia terjemahkan ke zaman sekarang: gerakan mahasiswa, jurnalistik, politik, ekonomi kerakyatan, hingga tata kelola BUMN.
PENUTUP
“Dari tradisi dakwah dan pergerakan keluarga, tumbuh menjadi aktivis mahasiswa, berkembang menjadi jurnalis dan intelektual politik, bergerak dalam ekonomi kerakyatan dan politik nasional, hingga mengambil peran dalam pengabdian profesional di BUMN.”
PROFIL SINGKAT
- Nama: Syafrudin Budiman, S.IP
- Nama Populer: Gus Din
- Lahir: Sumenep, Madura
- Pendidikan: S1 Ilmu Politik UWKS; S2 Ilmu Politik Universitas Nasional
- Organisasi: IMM, KNPI, LISUMA
- Partai: PAN, Partai UKM Indonesia
- Relawan: ARJ, ARPG, PP-BP 08
- UMKM: Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia
- BUMN: Komisaris PT Jasa Marga Related Business. (Red/Sky)