Oleh: Dr. Achmad Rubaie, SH., MH.
Deklarator PAN Jatim. Anggota DPRD Jatim 1999-2009. Anggota DPR RI 2009-2014

Pojok Aktual
Pada 23 Agustus 2026, Partai Amanat Nasional (PAN) genap berusia 28 tahun. Usia yang tidak singkat bagi partai politik yang lahir dari rahim reformasi 1998.
PAN dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 di Istora Senayan oleh 50 tokoh nasional, dengan Amien Rais sebagai salah satu motor penggeraknya. Sejak awal, PAN membawa identitas partai terbuka, nonsektarian, dan nondiskriminatif. Cita-citanya jelas: menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajemukan, dan demokrasi.
Karena itu, HUT ke-28 PAN tidak cukup diperingati dengan seremoni. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi: sejauh mana PAN menjaga api reformasi, apa yang sudah diberikan kepada rakyat, dan ke mana PAN harus melangkah agar tetap relevan menuju Indonesia maju.
Dari Spirit Reformasi ke Politik Kebangsaan
Selama 28 tahun, PAN telah melalui berbagai dinamika. Kader PAN pernah mengisi posisi penting di eksekutif dan legislatif. Namun ukuran keberhasilan partai bukan hanya jumlah jabatan, melainkan seberapa besar keberadaannya memberi manfaat bagi rakyat.
Reformasi tidak boleh berhenti pada pergantian rezim. Ia harus diterjemahkan menjadi pemerintahan bersih, demokrasi sehat, ekonomi yang berpihak, pelayanan publik berkualitas, hukum yang adil, dan pembangunan yang sampai ke pelosok.
Kekuatan PAN di Parlemen
Hasil Pemilu 2024 menempatkan PAN sebagai salah satu kekuatan politik nasional. PAN meraih 10,98 juta suara atau 8,28 persen dan memperoleh 48 kursi DPR RI. Naik dari 44 kursi pada 2019.
Di daerah, PAN juga memiliki 164 kursi DPRD Provinsi, 1.176 kursi DPRD Kabupaten, dan 275 kursi DPRD Kota. Total ada sekitar 1.663 kursi legislatif dari PAN di tiga tingkatan.
Angka ini menunjukkan PAN bukan partai Jakarta-sentris. PAN punya jaringan politik sampai ke desa. Tapi kursi sebanyak itu juga membawa tanggung jawab besar. Setiap kursi adalah mandat rakyat. Keberhasilan legislator PAN tidak diukur dari absensi rapat, tetapi dari apa yang diperjuangkan dan dirasakan masyarakat.
5 Agenda yang Harus Diperjuangkan Legislator PAN
- Ekonomi Rakyat: Memperkuat UMKM, petani, nelayan, koperasi, dan penciptaan lapangan kerja.
- SDM dan Pendidikan: Menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi lewat pendidikan vokasi, riset, dan teknologi.
- Keadilan Sosial: Memastikan anggaran berpihak pada kesehatan, pendidikan, air bersih, dan wilayah tertinggal.
- Demokrasi Bersih: Menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara kritis dan konstruktif, meski berkoalisi dengan pemerintah.
- Persatuan: Menjadi jembatan di tengah polarisasi dan politik identitas. Menjaga PAN sebagai rumah bersama.
Tantangan dan Peluang Menuju 2029
Kenaikan kursi di 2024 adalah modal. Tapi PAN tidak boleh lengah. Persaingan ketat, hanya 8 partai lolos ke DPR. Pemilih muda tidak lagi melihat sejarah, mereka menilai dari gagasan dan kerja nyata. Politik digital juga semakin menentukan.
Namun peluang PAN besar. Pertama, PAN punya legitimasi moral sebagai partai reformasi. Kedua, punya 1.600 lebih legislator yang bisa menjadi ujung tombak pelayanan. Ketiga, PAN bisa memposisikan diri sebagai kekuatan politik jalan tengah: religius dalam nilai, kebangsaan dalam orientasi, dan terbuka pada kemajemukan.
6 Langkah Agar PAN Tetap Relevan
- Kembali ke akar reformasi: Demokrasi, keadilan, antikorupsi.
- Jadikan pelayanan rakyat sebagai identitas: Hadir bukan hanya saat kampanye.
- Perkuat kaderisasi: Lahirkan kader muda yang cerdas, berintegritas, dan berpengalaman.
- Buka ruang bagi anak muda dan perempuan: Jangan hanya slogan.
- Bangun politik berbasis gagasan: Punya narasi jelas soal ekonomi, pendidikan, digital, lingkungan, dan ketahanan pangan.
- Tingkatkan kualitas legislator: Ubah kekuatan kuantitatif 1.600 kursi menjadi kekuatan substantif yang terukur.
Penutup
28 tahun bukan akhir. Ini awal perjalanan baru. Sejarah PAN harus jadi kompas. Spirit reformasi harus diterjemahkan ke dalam politik yang dewasa: menggunakan kekuasaan untuk menghadirkan keadilan, dan memenangkan kepercayaan rakyat, bukan hanya pemilu.
Menuju 2029, PAN butuh keberanian evaluasi, regenerasi, dan gagasan baru. PAN tidak cukup hanya eksis. PAN harus relevan. Dan harus membuktikan bahwa partai yang lahir dari reformasi masih punya peran penting mengawal Indonesia yang maju, adil, sejahtera, demokratis, dan bermartabat.
Selamat HUT ke-28 Partai Amanat Nasional. Terus menyalakan spirit reformasi. Terus bekerja untuk rakyat.
(GD/Sky)