
Berita Teraktual-Jakarta
Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan IHSG beberapa hari terakhir jadi sinyal positif. Pelaku pasar dinilai makin percaya pada stabilitas ekonomi Indonesia.
Tren ini tidak lepas dari koordinasi intensif pemerintah, Bank Indonesia, DPR, pelaku industri keuangan, dan BUMN yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Data Pasar Membaik
Rupiah yang sempat tembus Rp18.000 per dolar AS kini mulai menguat. IHSG juga catat kenaikan signifikan setelah langkah stabilisasi pemerintah dan BI. Ekonom nilai perbaikan sentimen didorong sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang makin solid.
Dasco sebut penguatan rupiah dan IHSG tunjukkan kepercayaan pasar ke pemerintah mulai kembali menguat. Berbagai strategi ekonomi juga tengah jalan untuk jaga stabilitas pasar dan perkuat fundamental ekonomi nasional.
Logis 08: Kunci Ada di Komunikasi
Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo nilai membaiknya pasar adalah buah komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan negara. Mantan Waketum DPP KNPI ini apresiasi inisiatif Dasco yang pertemukan pemerintah, BI, perbankan, Danantara, dan stakeholder lain.
“Penguatan rupiah dan kenaikan IHSG tidak terjadi begitu saja. Pasar butuh kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari komunikasi, koordinasi, serta kepastian arah kebijakan. Langkah Pak Sufmi Dasco pertemukan semua pihak sudah kasih sinyal positif ke pelaku pasar,” ujar Anshar Ilo, Minggu 14/6.
Eks aktivis HMI ini tekankan investor butuh kepastian. “Pasar merespons kepercayaan. Saat pemerintah serius jaga stabilitas ekonomi, pasar respons positif. Rupiah menguat, IHSG bergairah. Ini harus dijaga jadi momentum perkuat optimisme nasional,” lanjutnya.
Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat
Anshar ajak semua elemen bangsa dukung langkah pemerintah jaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi. Stabilitas ekonomi terjaga akan berdampak langsung ke kesejahteraan masyarakat, cipta lapangan kerja, dan daya saing Indonesia global.
“Logis 08 pandang kolaborasi dan komunikasi baik pemerintah, DPR, BI, pelaku usaha adalah kunci jaga kepercayaan pasar. Apa yang terjadi sekarang harus jadi momentum perkuat fondasi ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Anshar.
(Red/Sky)