
Berita Teraktual-Bekasi
Proyek Rekonstruksi Jalan Burangkeng – Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yang dilaksanakan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi oleh CV. Timur Sarana Jaya, dikeluhkan warga yang berjualan di sekitar lokasi proyek.
Salah satu warga Ciledug, Erwin, mengaku usahanya terdampak akibat akses jalan tertutup total selama pengerjaan proyek.
“Biasanya pendapatan per hari Rp 300 ribu, cukup untuk biaya hidup sekeluarga dan bayar kontrakan per bulan. Apalagi rencana pengerjaan jalan ini 90 hari, dan di sini ada tukang uduk, warung kelontongan, tukang bakso sama seperti saya terkena imbas dari proyek rekonstruksi Jalan Burangkeng – Ciledug. Harapan kami agar dibantu untuk menutupi kerugian (kompensasi) akibat adanya rekonstruksi jalan ini,” ujarnya di lokasi, Selasa (30/9/2026).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Ciledug, Ence, mengatakan pihaknya merespon keluhan para pedagang dan tidak ingin ada warga yang dirugikan akibat pembangunan.
“Ini terbukti di sana ada penjual, pedagang yang terkena imbas dari kegiatan rekonstruksi Jalan Burangkeng – Ciledug. Akses ke toko tersebut tertutup total, otomatis pendapatan mereka berhenti. Saya selaku Pj Desa Ciledug merespon keluhan warga dan akan berkomunikasi dengan pihak terkait untuk membicarakan hal ini. Jangan sampai pengerjaan sudah baik tapi ada pihak yang dirugikan,” jelasnya di Kantor Desa Ciledug.
Ia berharap ada solusi dari pihak pelaksana dan dinas terkait agar aktivitas ekonomi warga tetap bisa berjalan di tengah proses pembangunan.
(Red/Sky)