
Berita Teraktual-Cirebon
Di tengah panasnya polemik ijazah Mantan Presiden Joko Widodo yang belum juga mereda, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cirebon Raya tampil menawarkan jalan tengah. Organisasi alumni itu menggagas proposal perdamaian untuk mempertemukan Jokowi dengan Roy Suryo Cs agar berdamai dan berjabat tangan secara bermartabat.
Gagasan tersebut disampaikan Ketua Kagama Cirebon Jawa Barat, Heru Subagia. Menurutnya, proposal ini dirumuskan sebagai terobosan di tengah kebuntuan konflik yang sudah berjalan panjang dan melelahkan semua pihak. “Butuh terobosan perdamaian. Kami mencoba menggeser pendekatan penyelesaian,” kata Heru, Senin (13/4/2026).
Isi Proposal: Barter Cabut Perkara dan Pengakuan Alumni
Proposal perdamaian ini memiliki dua poin utama yang saling mengikat. Pertama, Jokowi sebagai pihak pelapor diminta mencabut perkara yang sedang berlangsung di Polda Metro Jaya. Kedua, Roy Suryo Cs sebagai pihak terlapor diharapkan mengakui Jokowi sebagai alumni UGM.
Dengan skema itu, semua pihak yang terlibat masuk ke dalam kolam yang sama, yakni sebagai sesama alumnus UGM. “Tidak ada satu pun para pihak, baik Roy Suryo Cs maupun Pak Jokowi, yang kalah. Semua menang, tidak ada yang teraniaya, tidak ada yang merasa dirugikan,” tegas Heru.
Heru menekankan bahwa substansi proposal ini bukan lagi mempersoalkan ijazah asli atau tidak. Fokusnya adalah pengakuan kapasitas Jokowi sebagai alumni UGM. Pengakuan tersebut diharapkan menjadi titik temu tanpa harus memperdebatkan keaslian dokumen yang selama ini menjadi sumber konflik.
Latar Belakang: Kebuntuan Hukum dan Dampak Luas
Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Tuduhan yang dilontarkan Roy Suryo Cs menyebut adanya kejanggalan pada dokumen ijazah, mulai dari font, foto, hingga dugaan penggunaan identitas orang lain.
Namun hasil penyelidikan resmi Bareskrim Polri pada 22 Mei 2025 menyatakan ijazah Jokowi asli dan tidak ditemukan unsur pidana. Meski begitu, polemik tidak sepenuhnya berhenti. Kasus ini berlanjut ke laporan hukum terhadap Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifa atas dugaan pencemaran nama baik.
Dalam perkembangannya, Rismon Sianipar disebut sempat menarik pernyataannya dan meminta maaf. Sementara Roy Suryo dan dr Tifa masih mempertahankan sikap kritis mereka.
Heru menyebut ide proposal damai muncul setelah melihat adanya kebuntuan dalam proses hukum. “Berdasarkan obrolan kami, rupanya terjadi kebuntuan untuk memastikan bahwa Pak Jokowi akan menunjukkan ijazahnya di persidangan, dan itu pun diakui oleh Mas Roy Suryo,” ujarnya.
Inspirasi dari Halal Bihalal Fisipol
Gagasan ini menguat setelah Heru bertemu Roy Suryo dalam acara Halal Bihalal Alumni Fisipol UGM di Jakarta pada 10 April 2026. Pertemuan itu menjadi ajang diskusi dan adu argumentasi hingga didapatkan insight untuk mencapai perdamaian.
“Proposal kedua ini berkaitan dengan bagaimana sesungguhnya pihak Roy Suryo Cs melihat kapasitas Pak Jokowi sebagai alumni, bukan menyangkut masalah ijazah asli atau tidak,” jelas Heru.
Alasan Urgensi: Jaga Nama Baik Almamater
KAGAMA Cirebon menilai polemik ini sudah berdampak luas. Tidak hanya pada individu, tetapi juga pada institusi pendidikan. Civitas akademika, alumni, hingga mahasiswa ikut terseret. Karena itu, penyelesaiannya menjadi sangat urgen.
Dengan dicabutnya laporan oleh Jokowi, proses hukum yang berjalan diyakini akan gugur dengan sendirinya.
“Ketika laporan dicabut, proses-proses hukum yang sedang berlangsung otomatis gugur. Tidak ada pihak yang dirugikan karena keseluruhan adalah bagian dari keluarga alumni Gadjah Mada,” kata Heru.
Harapan Rekonsiliasi Lewat Ikatan Alumni
Langkah KAGAMA Cirebon ini dinilai menarik karena muncul di saat situasi belum sepenuhnya reda. Di satu sisi, secara hukum ijazah telah dinyatakan asli. Namun di sisi lain, perdebatan publik masih terus berlangsung.
Proposal damai dari Cirebon ini membuka kemungkinan babak baru. Penyelesaian konflik tidak lagi lewat pembuktian hukum, melainkan lewat pengakuan, komunikasi, dan rekonsiliasi sebagai sesama alumni.
Heru berharap proposal yang sedang diajukan ke Jokowi di Solo itu bisa segera dikomunikasikan juga dengan Roy Suryo. Tujuannya satu: menuntaskan konflik dengan cara bermartabat.(GD/Sky)