
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di SMPN 12 Kota Bekasi kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan adanya dugaan penggunaan titik koordinat palsu oleh sebagian pendaftar pada jalur domisili, yang menyebabkan banyak siswa yang secara jarak seharusnya berhak justru tersingkir.
Salah satu wali murid, Kuza (48), mengaku keponakannya gagal diterima di SMPN 12 meski rumah mereka hanya berjarak 300 meter dari sekolah. Ia menduga ada praktik manipulasi titik koordinat yang dilakukan oleh oknum untuk meloloskan siswa lain dari luar zonasi.
“Keponakan saya sangat sedih karena belum bisa masuk ke SMPN 12. Dipilih karena jaraknya sangat dekat. Tapi justru tidak diterima,” ujar Kuza dengan nada kecewa, Rabu (10/7).
Kuza juga menyayangkan tidak adanya respons dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi terkait polemik ini. Beberapa awak media yang mencoba menghubungi pihak Disdik tidak mendapat jawaban. Saat didatangi ke kantor Disdik pun, tidak satu pun pejabat bersedia memberikan keterangan dengan alasan sedang rapat.
“Sistem sekarang seolah memang sudah diatur sedemikian rupa untuk meloloskan siswa dari golongan tertentu saja. Kalau saya punya uang lebih, mungkin keponakan saya bisa masuk,” tambah Kuza.
Sementara itu, dugaan ini semakin menguat seiring dengan beredarnya laporan masyarakat mengenai perbedaan signifikan antara alamat di Kartu Keluarga dan titik koordinat yang digunakan saat pendaftaran online. Diduga sejumlah orang tua/wali siswa mengubah titik koordinat domisili agar anaknya masuk zona penerimaan sekolah unggulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Disdik Kota Bekasi mengenai langkah investigasi ataupun klarifikasi atas dugaan kecurangan ini.
Pengamat pendidikan menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya sigap menyikapi persoalan ini, mengingat jalur domisili menjadi salah satu pilar utama asas keadilan dalam SPMB. Jika tidak ditindak, kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan akan terus merosot. (Im)