
Berita Teraktual-Kota Bekasi
SMAN 10 Kota Bekasi resmi menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026 melalui upacara penutupan yang khidmat pada Selasa (21/7/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara resmi, tetapi juga menjadi wadah penyampaian evaluasi serta pesan strategis dari pihak sekolah.
Kepala SMAN 10 Kota Bekasi, Dra. Turheni Komar, M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa baru yang telah mengikuti MPLS selama lima hari dengan antusias dan disiplin tinggi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dan Lurah Pejuang pada agenda Demos MPLS sehari sebelumnya, serta dukungan penuh dari dewan guru, pengurus OSIS, aparat keamanan, pemerintah setempat, hingga RS Eka Hospital.
”MPLS merupakan tahapan penting untuk membantu siswa mengenal budaya sekolah, tata tertib, lingkungan belajar, serta membangun karakter sejak awal memasuki dunia pendidikan,” ujar Turheni di hadapan ratusan siswa baru.
Tegaskan Transparansi Penerimaan Siswa Baru
Menanggapi dinamika mekanisme penerimaan peserta didik (PCMB/SPMB) yang sempat menjadi perhatian masyarakat, Kepsek menegaskan bahwa SMAN 10 Kota Bekasi secara penuh berkomitmen menjalankan regulasi sesuai aturan pemerintah.
Proses penerimaan dipastikan berjalan berdasarkan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan keadilan.
”Setiap tahapan penerimaan dilaksanakan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Sekolah berkomitmen menjalankan proses tersebut secara profesional agar seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama,” tegasnya seraya mengajak masyarakat untuk memahami keterikatan sekolah terhadap petunjuk teknis (juknis) resmi.
Cetak Generasi Panca Waluya hingga Prestasi Internasional
Pelaksanaan MPLS tahun ini diisi dengan berbagai materi krusial, mulai dari penanaman nilai kedisiplinan, etika, wawasan kebangsaan, hingga edukasi pencegahan perundungan (anti-bullying).
Siswa baru juga diperkenalkan pada program pendidikan Panca Waluya, sebuah fondasi pembentukan karakter agar para murid tumbuh menjadi pribadi yang:
- Cager (Sehat)
- Bager (Baik)
- Pinter (Cerdas)
- Singer (Terampil/Mahir) Serta senantiasa mengedepankan sikap sabar, jujur, dan tawakal.
Di tengah semangat tersebut, Kepala Sekolah turut membagikan kabar membanggakan terkait capaian siswa SMAN 10. Tahun ini, sekolah berhasil melahirkan dua siswa berprestasi di ajang OSN Sains bidang Geografi dan Kebumian, serta empat orang siswa yang bersiap mengikuti kegiatan penelitian ke luar negeri.
Penutupan Simbolis
Upacara penutupan ditandai dengan pengucapan Alhamdulillah, yang dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta (ID Card) MPLS serta penyerahan sertifikat secara simbolis kepada dua orang perwakilan siswa baru.
Menutup rangkaian acara, pihak sekolah berharap agar sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat terus terjalin erat demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas selama tiga tahun masa pembelajaran siswa ke depan.(AHD)