
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Camat Medan Satria bersama Lurah Pejuang menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab kepada warganya dengan turun langsung memantau kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah permukiman di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (18/1/2026).
Didampingi aparatur kelurahan serta unsur terkait, Camat dan Lurah menyusuri titik-titik terdampak banjir untuk memastikan ketinggian air sekaligus memantau kondisi warga yang terdampak akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.
“Kehadiran pemerintah di tengah warga merupakan bentuk nyata komitmen pelayanan dan respons cepat terhadap situasi darurat,” ujar Lurah Pejuang, Suhendra.
Suhendra menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Di wilayah Kelurahan Pejuang, terdapat sejumlah titik yang terdampak cukup parah dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter.
Beberapa wilayah yang terdampak antara lain RW 17 di sekitar Pasar Family dengan kedalaman air mencapai sekitar 70 sentimeter dan berdampak pada kurang lebih 100 kepala keluarga (KK). Selain itu, genangan juga terjadi di RW 32, RW 30, RW 16, dan RW 21 di kawasan Kavling PGRI dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter akibat luapan Kali Bencong.
Wilayah lain yang turut terdampak meliputi RW 26, RW 19, RW 20 di kawasan Harapan Indah, serta wilayah perkampungan RW 007, 006, 005, 004, 003, 002, dan RW 001 dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter.
Sebagai langkah awal penanganan, pihak kelurahan telah menyiapkan sejumlah posko darurat, antara lain di Kantor Kelurahan Pejuang, Sekretariat RW 17, Masjid Jami Al Hidayah Kaliabang Bungur, serta beberapa titik lainnya untuk memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi kepada warga.
“Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Cuaca saat ini cukup ekstrem, warga juga diminta tetap melakukan gerakan K3 dengan membersihkan lingkungan,” kata Suhendra.
Terkait bantuan logistik, pihak kelurahan telah mengajukan permohonan bantuan kepada instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan BPBD, serta perusahaan yang berada di wilayah Kelurahan Pejuang. Selain itu, pendataan warga terdampak terus dilakukan guna memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat dan merata.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami hadir untuk memastikan warga tidak merasa sendiri dan seluruh langkah penanganan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.(AHD)