
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi mendampingi perwakilan sopir angkutan kota (angkot) melakukan audiensi ke Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026). Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi.
Audiensi tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari aksi damai puluhan sopir angkot yang sebelumnya berlangsung di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi. Dalam pertemuan itu, para sopir dan Organda menyampaikan aspirasi serta keluhan terkait pengoperasian Bus Trans Bekasi Keren (Beken) yang baru saja diresmikan oleh Wali Kota Bekasi.
Ketua Organda Kota Bekasi, Indra Hermawan, mengatakan bahwa audiensi ini merupakan bentuk ikhtiar dialogis agar suara para sopir angkot dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh para wakil rakyat.
“Hari ini kami audiensi untuk mengadukan aspirasi teman-teman sopir angkot yang terdampak langsung dari beroperasinya Bus Trans Bekasi Keren,” ujar Indra.
Indra menjelaskan, sejumlah trayek angkot yang terdampak antara lain K-25, K-30, K-01, K-10, dan K-07, khususnya pada rute Harapan Indah–Terminal Bekasi yang kini juga dilalui Bus Trans Beken.
Menurutnya, para sopir angkot tidak menolak modernisasi transportasi maupun kehadiran angkutan massal. Namun, yang menjadi keberatan utama adalah belum diberlakukannya tarif pada Bus Trans Bekasi Keren, sehingga dinilai menciptakan persaingan yang tidak seimbang.
“Kalau bersaing secara sehat dan dikenakan tarif, kami tidak akan keberatan. Yang kami minta hanya kesetaraan. Bagaimana mau bersaing kalau bus masih gratis, armadanya bagus, sementara angkot dengan kondisi seadanya harus tetap berbayar,” ungkap Indra.
Ia juga menyesalkan sikap Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai tidak melibatkan pelaku transportasi lokal dalam proses perencanaan maupun diskusi sebelum pengoperasian Bus Trans Beken.
“Tidak pernah ada dialog atau duduk bersama dengan masyarakat transportasi di Kota Bekasi. Tahu-tahu sudah launching dan beroperasi,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, Indra dan para sopir angkot berharap DPRD Kota Bekasi dapat memperjuangkan aspirasi mereka, khususnya mendorong adanya evaluasi terhadap kebijakan operasional Bus Trans Bekasi Keren.
“Kami berharap DPRD mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Terkait teknis dan rekomendasi selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada DPRD sebagai wakil rakyat,” tegas Indra.