
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP), David Raharja, membantah isu yang menyebut pembagian paket sembako kepada awak media sebagai upaya membungkam kritik. Ia menegaskan, kegiatan tersebut murni bentuk apresiasi dan komitmen pribadi untuk berbagi, khususnya kepada insan pers di Kota Bekasi.
Menurut David, ratusan paket sembako yang dibagikan merupakan wujud penghargaan atas peran strategis jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Berbagi sudah menjadi komitmen saya sejak lama. Media merupakan unsur penting dalam kehidupan demokrasi, khususnya di Kota Bekasi. Apresiasi ini sebagai bentuk terima kasih kepada insan pers,” ujar David, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, sebelum disalurkan kepada awak media, bantuan serupa juga telah diberikan kepada unsur TNI dan Polri yang terlibat dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang dinilai berjalan aman dan lancar.
“Total sekitar 500 paket sembako disalurkan, termasuk kepada awak media melalui perwakilan koordinator lapangan. Harapannya, media di Kota Bekasi semakin maju dan profesional,” jelasnya.
Menanggapi isu yang berkembang bahwa pembagian sembako tersebut bertujuan meredam kritik, David dengan tegas membantah.
“Tidak ada pembagian sembako untuk menutup kritik. Saya tidak anti-kritik. Sejak jauh sebelum menjabat di PTMP, berbagi sudah menjadi kebiasaan saya. Berbagi adalah rezeki dan berkah, tidak akan membuat kita kekurangan,” tegasnya.
David juga menegaskan bahwa kritik konstruktif justru dibutuhkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan. Namun demikian, ia akan bersikap tegas terhadap kritik yang bersifat hoaks atau tidak berdasar.
“Saya menerima kritik yang membangun dan berdasarkan fakta. Tapi jika berupa hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, tentu akan saya lawan,” katanya.
Lebih lanjut, David berharap insan persbaik media online, cetak, maupun televisi—dapat terus meningkatkan profesionalisme serta menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan hak jawab.
“Jika ada kritik, berikan ruang klarifikasi. Profesionalisme, keberimbangan, dan hak jawab harus tetap dijaga,” pungkasnya.(AHD)