
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Semangat peningkatan mutu pendidikan agama di Kota Bekasi mendapat angin segar. BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan beasiswa S2 kepada 130 tenaga pendidik yang selama ini mengajar di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan keagamaan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Senin (24/11/2025).
Apresiasi untuk Guru dengan Keterbatasan Fasilitas
Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Syamsul Badri Islamy, menyampaikan bahwa program ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada guru-guru yang tetap mengabdi meski dihadapkan pada tantangan kesejahteraan dan sarana yang terbatas.
“Kami bekerja sama dengan UIN Bandung untuk memberikan PPG kepada 120 guru PAI. Dengan adanya sertifikat profesi, kami berharap penghasilan mereka bisa meningkat,” jelas Syamsul.
Menurutnya, banyak guru PAI tingkat TK, SD, hingga SMP yang masih berada dalam kategori berpenghasilan rendah. Melalui PPG, para guru mendapat peluang lebih besar untuk naik kesejahteraan.
Beasiswa S2 untuk Guru Madrasah dan Pesantren
Selain PPG, BAZNAS Kota Bekasi juga memberikan 10 beasiswa S2 bagi guru madrasah dan pondok pesantren melalui kerja sama dengan UNISMA. Para penerima diarahkan mengambil Program Studi Manajemen Pendidikan.
“Harapannya, kualitas pendidikan di madrasah dan pesantren semakin meningkat melalui kompetensi tambahan yang mereka dapatkan,” tambahnya.
Syamsul juga menjelaskan bahwa UNISMA memiliki mata kuliah khusus mengenai manajemen zakat, yang sangat relevan untuk dikembangkan di lingkungan pembelajaran. Ia berharap para guru dapat menjadi duta BAZNAS, sekaligus mampu merumuskan materi zakat yang dapat diajarkan kepada para santri maupun siswa.
Seleksi Ketat agar Bantuan Tepat Sasaran
Proses seleksi penerima bantuan dilakukan bersama Kementerian Agama Kota Bekasi dan jejaring KKM. BAZNAS memastikan bantuan ini benar-benar diterima guru yang memenuhi kriteria mustahik — fakir, miskin, dan duafa.
“Kami pastikan penerima manfaat adalah mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas Syamsul.
Investasi Jangka Panjang bagi Pendidikan
Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan, program ini dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan mutu pendidikan agama di Kota Bekasi.
“Ketika guru meningkat kapasitasnya, maka mutu pendidikan anak-anak kita pun ikut naik,” tutup Syamsul.(AHD)