
Berita Teraktual-Bekasi
Kondisi jalan menuju Kantor Desa Cibening, di RT 03/06 Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 300 meter itu rusak parah dan berlubang di sejumlah titik, sehingga kerap membahayakan para pengguna jalan, terutama saat musim hujan tiba.
Jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju kantor desa, sekolah, maupun tempat kerja. Akibat rusaknya jalan, pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke lubang yang tergenang air hujan.
“Itu rusak akibat adanya peralihan jalan waktu itu saat pengecoran jalan Setu–Serang dialihkan ke Jalan Ama Raden. Jalan itu memang lalu lintas anak sekolah, warga yang ke kantor desa, sampai yang berangkat kerja. Kami harap ada perbaikan dari pemerintah daerah,” ujar Ketua BPD Cibening, Anton Suryana, saat ditemui di kantor desa, Rabu (12/11/2025).
Anton menjelaskan, Pemerintah Desa bersama BPD sudah mengajukan perbaikan jalan tersebut kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, namun hingga kini belum terealisasi.
“Kalau desa sudah berupaya masukin usulan saat Musrenbang, bahkan dijadikan prioritas. Tapi mungkin dari Disperkimtan belum merealisasikan. Sementara, desa juga berupaya menggunakan anggaran yang bisa diserap dari APBDes jika dari dinas belum turun,” jelasnya.
Namun, lanjut Anton, kondisi kerusakan yang cukup parah membuat perbaikan jalan tak bisa hanya mengandalkan dana desa. Diperlukan anggaran yang cukup besar untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
“Kalau dari jarak segitu nggak bakal cukup kalau hanya pakai APBDes. Paling kami fokus ke titik-titik kerusakan yang paling berat saja. Estimasi panjang kerusakan sekitar 300 meter, dan itu butuh biaya besar,” pungkasnya.
Warga berharap agar Disperkimtan segera menindaklanjuti usulan tersebut mengingat pentingnya akses jalan bagi aktivitas masyarakat setiap hari. (Red/Sky)