
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu 056 Pejuang Harapan Indah, Kota Bekasi. Organisasi kemasyarakatan ini secara konsisten menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Ketua FBR Gardu 056, Hj. Zakiyah Hakim, beserta jajaran pengurus, anggota, tokoh masyarakat, dan warga sekitar, pada Rabu (18/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim dari wilayah Pejuang menerima santunan berupa uang tunai serta paket kebutuhan pokok. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka selama menjalani ibadah Ramadan 1447 Hijriyah.
Ketua FBR Gardu 056 Pejuang Harapan Indah, Hj. Zakiyah Hakim yang akrab disapa Bunda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang turut hadir.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari komitmen moral organisasi untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan FBR harus dapat dirasakan secara positif oleh masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial seperti santunan anak yatim.
“Kami ingin memastikan bahwa FBR G.056 memberi dampak nyata. Santunan ini adalah bentuk kecil kepedulian kami, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian bersama,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan semangat gotong royong.
Kegiatan santunan ini, lanjutnya, merupakan hasil dari kerja sama seluruh anggota yang secara rutin mengumpulkan dana dengan menabung setiap hari selama satu tahun, serta dukungan dari para donatur melalui penyebaran proposal di bulan Ramadan.
Selain santunan, FBR Gardu 056 Pejuang juga membuka penggalangan zakat fitrah.
Diharapkan, ke depan organisasi ini dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bunda menilai kegiatan sosial seperti ini memiliki dampak positif, baik secara moril maupun sosial, serta layak menjadi contoh bagi organisasi lain.
“Ini adalah bukti nyata bahwa organisasi masyarakat dapat berperan aktif dalam membangun solidaritas dan kepedulian. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan menginspirasi pihak lain,” tegasnya.
Kebahagiaan tampak jelas dari wajah para anak yatim yang menerima santunan. Sejumlah warga pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak yatim di wilayah Pejuang dan sekitarnya.
Momentum Ramadan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.(AHD)