Berita Teraktual
Selasa,19 Maret 2024

https://realtimenews.id-Kota Bekasi
Terkait beredarnya informasi atas tayangnya proyek-proyek di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi dalam tahun anggaran 2024, menjadi pergunjingan lapisan masyarakat Kota Bekasi. Pasalnya, semua proyek-proyek Perkimtan ditayangkan atas anjuran Kejaksaan Agung (Kejagung), demikian keterangan yang dihimpun di lingkungan Pemkot Bekasi.
Diduga hal ini atau alasan tayang semua proyek Dinas Perkimtan atas anjuran Kejagung, hanyalah bohong belaka dan terindikasi ada niat untuk menakut-nakuti, sebab tidak mungkin Kejagung intervensi ke instansi lain, terkecuali ada permasalahan yang sangat urgent.
“Kejagung pun tau aturan dan tidak mungkin mencampuri urusan instansi lain “ujar ‘NF’, salah seorang Ketua LSM di Kota Bekasi saat diminta tanggapannya seputar adanya berita miring Kepala Dinas Perkimtan Kota Bekasi.
Terungkapnya masalah proyek-proyek Perkimtan Kota Bekasi tayang atau mau tender adalah disebut atas anjuran Kejagung. Ketika pihak Pj. Walikota Bekasi mengkonfirmasi tentang proyek di Perkimtan tersebut dan diperoleh jawaban Kadis Perkimtan dalam pembicaraan telepon yang direkam dan begitu lantangnya Kadis Perkimtan tersebut mengatakan, bahwa tayangnya proyek di Dinas Perkimtan adalah anjuran dan arahan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Spontan saja Pj. Walikota Bekasi R. Gani Muhamad kaget akibat omongan seorang Kepala Dinas-nya yang mengatakan, bahwa proyek di Dinas Perkimtan tayang atas anjuran dan arahan Kejagung. Yang seharusnya proyek itu tayang adalah atas rekom atau persetujuan Pj. Walikota Bekasi dan bukan ataa anjuran Kejagung dan itu dinilai sangat salah besar, kendatipun alasan Kadis Perkimtan itu hanyalah diduga untuk menakut-nakuti, ujar Ketua LSM yang sangat dikenal di Kota Bekasi itu.
Menurutnya, atas komentar Kadis Perkimtan melalui telepon pejabat Pemda Kota Bekasi itu akan menjadi bumerang terhadap posisi Kepala Dinas Perkimtan, karena masih menurut Ketua LSM itu, bahwa Kejagung bukanlah atasan Kepala Dinas Perkimtam, atasannya yang bertanggung jawab adalah Pj. Walikota Bekasi segala apa saja yang terjadi di Kota Bekasi. Misalnya, ada masalah besar di Kota Bekasi yang dipanggil yang pertama adalah Pj. Walikota Bekasi, bukan Kejagung, tambahnya.
Masih menurut Ketua LSM yang dihubungi media ini minta tanggapannya mengenai Pj. Walikota Bekasi. Dikatakan, hingga sampai detik ini Pj. Walikota Bekasi masih berada di jalan yang benar dan belum tersandung masalah selama menjabat di Kota Bekasi sebagai Pj. Walikota Bekasi. Adapun rencana R. Gani Muhamad untuk melakukan Rotasi mutasi Eselon II, itu wajar saja untuk memberi penyegaran bagi pejabat yang terkena mutasi.
Kemudian mutasi dilakukan termasuk untuk mengisi kekosongan jabatan yang sudah pensiun, tambahnya lagi.Jika ada orang yang mengkritisi masalah adanya mutasi, rotasi di lingkungan Pemda Kota Bekasi, itu hal yang wajar, siapapun berhak memberi pendapat asal pendapatnya itu masuk logika.
Jangan karena ada kepentingan tertentu, sehingga protes rencana Pj. Walikota Bekasi untuk melakukan rotasi, mutasi. Yang saya tahu mutasi dilakukan Pj. Walikota Bekasi atau R. Gani Muhamad tidak ada kepentingan lain selain memperbaiki posisi jajaran bagi pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi.
“Kita juga masih menelusuri, siapa di belakang mereka atau orang-orang yang mengkritisi dan yang membuat Aksi Demo sekarang ini. Mungkin saja orang di balik ini semua orang-orang terrentu uang merasa dirinya akan dimutasi, tapi kita tidak bisa memastikan karena belum ditemukan siapa biang keroknya. Siapapun tidak bisa melarang Pj. Walikota Bekasi untuk melakukan mutasi karena itu adalah mekanisme dan hak Pj. Walikota Bekasi sendiri” tutup Ketua LSM itu.
Ketika hal itu mau dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Perkimtan dan sudah bolak balik ke kantornya di Gedung Teknis Rawalumbu, namun tidak.pernah bisa ketemu. Ditelepon tidak diangkat alias tidak aktif dan WA-pun tidak dibalas. Sehingga sampai berita ini turun tidak bisa dapat konfirmasi dari Broto selaku Kepala Dinas Perkimtan Kota Bekasi. (Red)