
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Tiga rumah warga di Gang Duku, RT 003/RW 002, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengalami longsor akibat abrasi Kali Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, Minggu (25/1/2026).
Lurah Teluk Pucung, Ismail Marjuki, menjelaskan longsor disebabkan oleh tingginya debit air Kali Bekasi yang menggerus bantaran sungai. Ia menyebut, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi pada tahun 2024, namun saat itu hanya satu rumah yang terdampak.
“Sekarang ada tiga rumah yang terkena abrasi akibat gerusan air Kali Bekasi. Curah hujan kemarin memang sangat tinggi. Ini pernah terjadi juga di tahun 2024, waktu itu masih satu rumah,” ujar Ismail, Senin (26/1/2026).
Selain di RT 003/RW 002, abrasi juga dilaporkan terjadi di RT 002/RW 003, tepatnya di area belakang Gudang Aqua. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak kelurahan meminta warga terdampak agar sementara waktu mengungsi ke rumah saudara atau tetangga terdekat.
“Demi keselamatan, sebaiknya bergeser dulu ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan RT, RW, PSM, dan Posyandu untuk penanganan warga terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Kamil Sofyan (62), mengaku sangat dirugikan karena rumahnya telah berulang kali mengalami longsor sejak 2013, 2020, hingga 2024.
“Di tahun 2020 saya sudah habiskan Rp65 juta untuk mengurug tanah merah. Tahun 2024 longsor lagi, dibantu FKRW, LPM, dan BKM untuk pondasi, habis Rp63 juta. Sekarang longsor lagi, tanah saya yang hilang hampir 100 meter,” ungkap Kamil.
Ia menjelaskan, longsor yang dialami bukan disebabkan hujan lokal di Bekasi, melainkan kiriman air dari wilayah Bogor. Bahkan, dapur rumahnya kini sudah tidak dapat digunakan karena fondasi yang terus tergerus.
“Kalau hujan di Bekasi saya tidak terlalu khawatir. Tapi kalau ada kiriman air dari Bogor, walaupun sebentar, saya takut. Banjir biasa air surut masih bisa dibersihkan, tapi kalau longsor, tanah dan rumah bisa hilang,” tuturnya.
Kamil pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan penanganan menyeluruh terhadap abrasi di bantaran Kali Bekasi.
“Saya berharap ada penanganan serius, terutama normalisasi Kali Bekasi, supaya tidak ada lagi korban ke depannya,” pungkasnya.(AHD)