
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Seorang pelajar sekolah menengah pertama di Kota Bekasi rela susah payah untuk menempuh perjalanan keluar dari rumahnya hanya demi untuk bisa mengenyam pendidikan. Rumah pelajar kelas VIII di salah satu SMP Negeri ini, telah dikelilingi oleh tembok perumahan sehingga tidak ada akses jalan keluar masuk yang layak tersebut berada di RT 02/06 Kelurahan Mustikasari Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi. Tragedi ini sempat coba di viralkan pada salahsatu media sosial, namun tidak bisa merubah suasana yang terjadi.
Saat tim awak media coba mendatangi kediaman seorang pria yang sehari-hari berjualan es cendol keliling untuk menghidupi istri dan ketiga orang anaknya ini memang sungguh sangat mengenaskan sekali. Perjalanan yang harus melewati tembok beton dengan menaiki tangga seadanya ini, membuat tim awak media kerepotan. Bagaimana dengan anak kedua dari bapak penjual cendol ini yang kesehariannya harus berjibaku demi mengenyam pendidikan di sekolahnya.
Pria kurus dan lugu asal Cilacap ini bernama Wagino, harus tabah melihat kenyataan yang dilalui anak-anaknya. Dengan perasaan lirih namun tak dapat berbuat banyak, dia hanya mampu hanya berdoa, semoga mendapatkan keajaiban dari Yang Maha Kuasa.
“Saya kumpulkan sedikit demi sedikit hasil dari berdagang yang akhirnya saya bisa memiliki rumah dan tanah seluas 100 meter persegi ini” tutur Wagino pada awak media di kediamannya, Senin(21/10/2024).
“Dulu pernah pihak pengembang tawar rumah saya tapi saya tolak karena harga yang diberikan tidak sesuai, bagaimana saya bisa beli rumah lagi jika harga tidak sesuai, mau tinggal dimana anak dan istri saya?” tambahnya.
“Dan akhirnya sampai pihak perumahan bikin pagar beton keliling sehingga saya dan keluarga tidak ada jalan. Itu tanah kosong yang sekarang saya lewati milik PT. Timah, itupun sudah di pagar beton juga. Jadi untuk akses keluar masuk harus naik tangga setinggi beton itu” papar Wagino dengan nada lirih.
Dan menurut keterangan Wagino pun sebelumnya sudah pernah ada pertemuan yang di fasilitasi oleh ketua RW setempat, namun tidak ada penyelesaian untuk titik temunya. Wagino hanya berharap agar Bapak Wali Kota Bekasi dapat memberikan solusi terbaik untuk dia dan keluarga. (red)