
Berita Teraktual-Jakarta
DPP Postidar 98 Resolution Network menggelar aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di Kota Tangerang, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Berbagi untuk Menjaga Kebersamaan”.
Aksi sosial tersebut digelar sebagai bentuk syukur atas dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus momentum perayaan berdirinya organisasi Profesi Profesional Terpadu Indonesia Raya atau Postidar 98 Resolution Network.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPP Postidar, yakni Ketua Dewan Penasihat Haris Rusly Moti, Ahmad Kailani, Turman P. Simanjuntak, Sulaiman Haikal, dan Agus Teddy Sumantri.

Ketua Dewan Penasihat DPP Postidar, Haris Rusly Moti, mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan wujud kehadiran Postidar di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan.
Menurut Moti, desain kebijakan Presiden Prabowo berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hilirisasi, efisiensi BUMN hingga pemberantasan korupsi dinilai bertujuan untuk kemakmuran rakyat.
“Semangat Pasal 33 UUD 1945 menjadi jiwa bagi pembangunan ekonomi Prabowo-Gibran. Semua potensi SDA dan SDM Indonesia didorong agar kehidupan rakyat lebih sejahtera,” ujar Moti.
Sementara itu, Turman P. Simanjuntak menyampaikan bahwa pembagian sembako menjadi simbol bahwa pertumbuhan ekonomi harus dirasakan secara merata.
“Pemberian ini merupakan simbol bahwa pertumbuhan ekonomi harus dirasakan dan diratakan oleh kita semua,” kata Turman.
Sulaiman Haikal menambahkan, pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan tumbuhnya kaum profesional yang memiliki keahlian dan jaringan domestik hingga internasional.
“Kaum profesional inilah yang akan mengisi ruang-ruang pertumbuhan,” ungkap Haikal.
Agus Teddy Sumantri menilai langkah Presiden Prabowo dalam mendorong kesejahteraan memiliki perspektif pembangunan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 yang merangkul semua kekuatan bangsa tanpa melihat warna ideologi dan politik.
“Profesionalisme adalah basisnya. Postidar berdiri untuk mengejawantahkan pertumbuhan ekonomi berbasis persatuan nasional dan profesionalisme,” jelas Teddy.
Ahmad Kailani menegaskan tujuan pendirian Postidar adalah membangun visi Indonesia sejahtera melalui pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan skill sumber daya manusia.
Melalui kegiatan ini, Postidar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung program kerja dan kebijakan strategis pemerintahan Prabowo-Gibran agar berjalan lancar dan tepat sasaran demi kesejahteraan rakyat.
(GD/Sky)