
Berita Teratual-Bekasi
Beredarnya kabar miring soal SMKN 1 Setu di salah satu akun TikTok mendapat tanggapan langsung dari Kepala Sekolah SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi.
Kepala SMKN 1 Setu, Kamaludin, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa anggaran biaya pemeliharaan senilai Rp327.302.000 dari dana BOS yang disorot tersebut telah direncanakan secara resmi.
Menurutnya, anggaran itu sudah tersusun dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) dan bukan anggaran dadakan.
“Semua sudah terencana. Terkait pelaksanaannya, setiap selesai kegiatan itu diperiksa dan diaudit oleh Dinas Pendidikan, jadi sudah dipertanggungjawabkan dan dinyatakan tidak ada masalah,” ujar Kamaludin di ruang kerjanya, Sabtu (3/10/2026).
Ia juga meluruskan isu terkait perbaikan sekolah yang dikaitkan dengan rencana pindah lokasi. Kamaludin menjelaskan, pada tahun 2024-2025 sekolah memang sedang dalam persiapan perpindahan. Di lokasi sekolah yang lama sedang ada proyek jalan tol, sementara di lokasi baru pembangunan masih belum rampung.

“Di sekolah yang lama terdapat kerusakan-kerusakan, seperti plafon yang runtuh. Apakah harus menunggu anak tertimpa baru diperbaiki?” katanya.
Kamaludin menambahkan, biaya perawatan tidak hanya untuk bangunan fisik. Anggaran tersebut mencakup perawatan komputer, AC, musala, serta sarana dan prasarana lainnya.
“Masa musala plafon rusak kita diamkan, nanti pas kita salat tertimpa siapa yang disalahkan. Hal-hal tersebut yang perlu kita luruskan,” pungkasnya.
Ia menegaskan seluruh penggunaan anggaran telah dilaporkan dan dipertanggungjawabkan kepada dinas dan pihak terkait.
(Red/Sky)