
Berita Teraktual-Jakarta
Ketua Umum LOGIS 08 Anshar Ilo nilai penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan membaiknya IHSG jadi indikator kepercayaan pelaku pasar dan investor ke Indonesia masih terjaga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pendapat itu disampaikan Anshar dalam keterangan Senin 16 Juni 2026.
Pasar Respons Positif Kebijakan Pemerintah
Menurut Anshar, dinamika ekonomi global saat ini tidak kurangi keyakinan investor pada prospek ekonomi Indonesia. Justru menguatnya rupiah beberapa hari terakhir tunjukkan respons positif pasar terhadap langkah pemerintah dan otoritas ekonomi jaga stabilitas nasional.
Investor asing juga kembali minat ke instrumen keuangan Indonesia setelah sejumlah kebijakan stabilisasi diterapkan.
“Penguatan rupiah dan rebound IHSG cerminan ekonomi Indonesia tetap punya fondasi kuat. Ini tunjukkan investor masih percaya ke Indonesia dan optimistis terhadap arah pembangunan ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo,” ujar Anshar.

Mantan Waketum DPP KNPI ini tambah, kepercayaan pasar tidak lahir begitu saja. Kepercayaan muncul karena keyakinan pemerintah mampu jaga stabilitas ekonomi sekaligus lanjutkan agenda pembangunan nasional. Beberapa pekan terakhir, pasar juga respons positif berbagai kebijakan yang dinilai perkuat stabilitas makroekonomi.
Prabowo Dinilai Terbuka Kritik Konstruktif
Anshar tegas Presiden Prabowo bukan sosok anti kritik. Menurutnya kritik konstruktif justru bagian penting demokrasi untuk perbaiki kinerja pemerintahan.
“Pak Prabowo bukan anti kritik. Beliau terbuka terhadap masukan membangun demi kepentingan bangsa dan negara. Yang dibutuhkan sekarang kritik objektif, berbasis data, dan bertujuan perkuat Indonesia, bukan sekadar bangun narasi pesimistis,” tegasnya.
Ia ajak seluruh elemen masyarakat lihat perkembangan ekonomi nasional secara utuh. Jangan hanya fokus sentimen negatif yang beredar di ruang publik. Berbagai indikator ekonomi yang mulai membaik harus jadi motivasi jaga optimisme dan stabilitas nasional.
“Ketika rupiah menguat, IHSG bergerak positif, dan minat investor tetap tinggi, itu sinyal Indonesia masih dipercaya. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bersatu jaga iklim investasi dan stabilitas nasional agar pertumbuhan ekonomi terus berlanjut,” tutup eks aktivis HMI ini.
(GD/Sky)