
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Berawal dari secangkir kopi dan obrolan sederhana, komunitas Majelis Kopi Nyender (MAKONDER) kini genap berusia enam tahun dan terus konsisten menjadi ruang dialog, silaturahmi, serta aksi sosial lintas latar belakang.
Didirikan pada tahun 2020, Majelis Kopi Nyender bersekretariat di Jalan Perjuangan RT 02 RW 08 No. 67, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara. Komunitas ini hadir sebagai wadah “nyender”, tempat bersandar sejenak dari hiruk pikuk keseharian, untuk berbagi cerita, bertukar gagasan, dan menumbuhkan kesadaran sosial melalui diskusi santai namun bermakna.
Tepat pada hari jadinya yang ke-6, Senin (12/1/2026), MAKONDER telah menjadi saksi lahirnya berbagai gagasan, solidaritas, dan gerakan kecil yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dipimpin oleh Ustadz Ahmad Sulaiman, MAKONDER secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial, di antaranya program Jumat Berkah yang digelar sebulan sekali, serta kegiatan rutin setiap bulan pada pekan kedua berupa pembagian beras dan sembako kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Tak hanya itu, komunitas ini juga aktif dalam aksi kemanusiaan. Pada tahun 2023, MAKONDER turun langsung membantu korban gempa bumi di Cianjur dengan menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai, perlengkapan anak-anak, sembako, serta uang tunai sebesar Rp10 juta. Terbaru, MAKONDER juga bergerak membantu korban kebakaran di wilayah Harapan Baru, Bekasi Utara.
Salah satu anggota MAKONDER, Nur Hafidz Hambia, mengatakan bahwa hingga usia enam tahun ini, komunitas tersebut tetap mengusung semangat refleksi dan keberlanjutan.
“Dari diskusi keagamaan, sosial, hingga isu-isu kemanusiaan, semuanya dirawat dalam suasana egaliter dan penuh rasa hormat,” ujar Hafidz saat dihubungi awak media RealtimeNews melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan, keberlangsungan MAKONDER tidak hanya ditopang oleh para anggota, tetapi juga oleh simpatisan dan berbagai pihak yang setia hadir menjaga nilai kebersamaan.
“Kami berkomitmen menjadikan MAKONDER sebagai ruang dialog yang amanah, jujur, inklusif, dan membumi. Enam tahun ini bukan tentang seberapa besar kami tumbuh, tetapi seberapa konsisten kami merawat ruang ini agar tetap hangat dan bermakna,” tuturnya.
Memasuki tahun ketujuh, dengan secangkir kopi, ruang dialog, dan niat baik, Majelis Kopi Nyender berharap terus menjadi tempat bernaung bagi pikiran-pikiran jernih dan hati yang saling menguatkan.(AHD)