
Berita Teraktual-Bekasi
Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kembali menentang rencana relokasi SDN 04 yang tidak sesuai dengan usulan Pemerintah Desa setempat. Pasalnya, muncul opsi relokasi memindahkan sekolah yang bukan di wilayah RW setempat, memicu kekecewaan dan protes dari warga.
Kepala Desa Burangkeng, Nemin bin Haji Sain, menjelaskan bahwa pemerintah desa telah mengusulkan 3 opsi relokasi lahan ke Dinas Pendidikan, namun ada informasi bahwa terdapat lokasi baru yang tidak diusulkan oleh Pemdes Burangkeng dan berlokasi tidak di wilayah RW 04 Desa Burangkeng.
“Ada informasi bahwa lokasi yang kita usulkan di 04 ini beda dari yang kita usulkan. Dari 3 itu hanya dua. Satu lokasi beda dari yang kita usulkan,” ujar Kades Nemin.
Pemdes Burangkeng merasa tidak pernah mengusulkan lokasi tersebut karena berdekatan dengan SDN 02 Burangkeng dan berada di luar wilayah RW 04. Lokasi itu menurut Nemin tidak sesuai persyaratan dan tidak memenuhi kebutuhan warga.
“Penilaian tertinggi dari dinas bukan lokasi yang saya usulkan, ini dari mana, kok tiba-tiba ada usulan siluman? Tolong hargai rekomendasi dari desa. Kita merekomendasikan berdasarkan hasil rapat,” papar Kades Nemin.
Warga tetap ingin relokasi lahan SDN 04 berada di wilayah RW 04 dan sudah mengirimkan surat keberatan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Kok tiba-tiba ini masuk, siapa pengusulnya? Apa ada pihak lain lagi yang boleh mengusulkan? Ini menjadi catatan, jangan sampai nanti ketika diusulkan oleh tim ke Bupati lokasi yang tidak diusulkan pemerintah desa,” tandas Kades Nemin.
Warga Burangkeng menuntut Pemkab Bekasi untuk menghormati aspirasi masyarakat dan tidak mengabaikan rekomendasi desa. Mereka juga meminta transparansi dan akuntabilitas dalam proses relokasi SDN 04.(Red/Sky)