
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Musim penerimaan sekolah selalu punya ceritanya sendiri. Memasuki tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, ketegangan justru lebih terasa di kubu para orang tua murid ketimbang anak-anak mereka.
Demi memastikan anak mereka tidak “gagal sebelum bertanding”, puluhan orang tua rela meluangkan waktu berhari-hari untuk mendatangi sekolah tujuan secara langsung. Pemandangan sibuk ini salah satunya terlihat di SMA Negeri 14, di mana posko layanan informasi dipadati warga yang ingin mengecek status akun SPMB anak mereka.
Langkah ini diambil karena akun tersebut merupakan “tiket” wajib. Jika akun tidak aktif, otomatis calon siswa tidak akan bisa mengakses menu pilihan jalur sekolah, verifikasi berkas, hingga memantau hasil seleksi.
Pilih Datang Langsung ketimbang Menunggu Online
Bagi sebagian orang tua, memantau pergerakan data dari layar ponsel pintar ternyata belum cukup memberikan rasa tenang. Mereka mengaku dihantui rasa waswas jika ada data yang tersangkut di sistem atau tidak sinkron.
”Kalau cuma nunggu informasi di rumah lewat HP, rasanya kurang mantap. Makanya saya bela-belain datang langsung ke SMA Negeri 14 ini. Biar bisa nanya langsung ke operator dan yakin kalau akun anak saya sudah benar-benar aktif sebelum pendaftaran resmi dimulai,” kata salah satu orang tua murid yang sedang mengantre, Kamis (4/6/2026).
Kekhawatiran serupa mendominasi para pendaftar. Mereka memilih repot secara fisik di awal ketimbang menghadapi kendala teknis yang fatal saat hari pendaftaran dibuka nanti.
Akar Masalah: Dari NIK hingga Salah Ketik
Merespons antusiasme tersebut, pihak sekolah telah menyiagakan tim operator khusus untuk membantu proses aktivasi dan verifikasi data. Berdasarkan catatan petugas di lapangan, kendala yang dihadapi masyarakat umumnya bukan berasal dari gangguan sistem SPMB, melainkan masalah sinkronisasi data pribadi.
Berikut beberapa temuan masalah yang paling sering dikonsultasikan oleh orang tua siswa:
- Data NIK Belum Sinkron: Nomor Induk Kependudukan yang tidak terbaca karena belum diperbarui di Dinas Dukcapil.
- Perbedaan Identitas: Adanya perbedaan penulisan nama atau tanggal lahir antara Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan dokumen sekolah asal.
- Dokumen Belum Di-update: Berkas pendukung yang diunggah belum menggunakan versi terbaru.
Pihak panitia di sekolah mengimbau agar para orang tua memanfaatkan masa pra-pendaftaran ini dengan cermat. Pengecekan sejak dini sangat krusial agar jika ditemukan kesalahan data, proses perbaikannya tidak memakan waktu di masa krusial pendaftaran.(AHD)