
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Bekasi kian diperkuat. Sejumlah pimpinan organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kota Bekasi menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi yang digelar bersama jajaran Polres Metro Bekasi Kota di kawasan Perumnas 1, Senin (6/4/2026).
Dalam forum tersebut, Ps. Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rusit Malaka, S.H., M.H., memperkenalkan diri sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Diketahui, ia sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Medan Satria sebelum dipercaya mengemban tugas barunya.
“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga Kota Bekasi agar tetap aman dan kondusif. Silaturahmi ini menjadi awal kebersamaan kita dalam menjaga wilayah,” ujar Rusit.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kamtibmas tidak hanya berada di pundak aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat, termasuk Ormas dan LSM.
“Kita ini sama-sama warga Bekasi. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kota ini tetap aman,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan silaturahmi ini juga merupakan bagian dari program Kapolda Metro Jaya dalam membangun komunikasi aktif antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Rusit berharap Ormas dan LSM dapat berperan aktif membantu menjaga situasi keamanan, termasuk dalam pengamanan kegiatan berskala besar seperti aksi unjuk rasa.
“Ketika ada kegiatan besar seperti aksi mahasiswa atau masyarakat, kami berharap bisa saling bersinergi dalam menjaga keamanan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum SOMASI yang juga Sekretaris Aliansi Ormas dan LSM Kota Bekasi, Budi Ariyanto, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Silaturahmi ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas Kota Bekasi,” ungkap Budi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi hoaks di media sosial yang berpotensi memicu konflik.
“Kita harus bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, dan menyebarkan informasi yang menyejukkan,” ujarnya.
Budi menambahkan, keberagaman masyarakat di Kota Bekasi menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola bersama.
“Kota Bekasi ini miniatur Indonesia. Semua pihak punya tanggung jawab menjaga persatuan dan keamanan,” tandasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan Ormas dan LSM, guna memastikan situasi kamtibmas di Kota Bekasi tetap aman, damai, dan kondusif.(AHD)