
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Dinamika regenerasi kepemimpinan pemuda di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mulai menghangat. Nurfalah, sosok relawan kesehatan Taruna Husada Kota Bekasi yang akrab disapa Bang Kuncung, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Ketua Karang Taruna Kelurahan Pejuang periode 2026–2031.
Pria kelahiran Bekasi, 17 Oktober 1987 ini mengusung semangat gagasan “Menuju Pejuang Hebat, Cerdas, Sehat, dan Kompak”. Langkah ini diambil guna mendorong peran Karang Taruna agar lebih aktif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan pemuda serta masyarakat sekitar.
Kepada awak media, Bang Kuncung menegaskan bahwa kemunculan kandidat-kandidat dalam kontestasi kepemudaan adalah hal yang lumrah dan bagian dari proses demokrasi organisasi.
”Siapa pun rivalnya, tetap bersaudara. Berbeda gagasan, tetap bergandengan tangan. Bersama kita bangun Kelurahan Pejuang yang hebat, cerdas, sehat, dan kompak,” tegas Bang Kuncung saat diwawancarai, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, persaingan dalam Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) harus disikapi secara terbuka, sportif, dan bermartabat. Ia menilai keberadaan kandidat lain bukan sebagai lawan yang harus dijatuhkan, melainkan wadah adu gagasan demi kemajuan organisasi.
Empat Pilar Gagasan Pengembangan Pemuda
Dalam naskah gagasannya, Bang Kuncung merinci empat pilar utama yang akan diusungnya untuk Karang Taruna Kelurahan Pejuang:
- Pejuang Hebat: Membentuk karakter pemuda yang berintegritas, mandiri, kreatif, dan berani mengambil peran dalam pembangunan lingkungan.
- Pejuang Cerdas: Peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan keterampilan, literasi digital, serta pengembangan kewirausahaan (kreativitas pemuda).
- Pejuang Sehat: Mendorong gaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga, edukasi kesehatan, dan aksi sosial berbasis masyarakat.
- Pejuang Kompak: Memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan membuka ruang partisipasi yang adil bagi seluruh pemuda tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Pengalaman bertahun-tahun di bidang kerelawanan kesehatan menjadi modal sosial penting bagi Bang Kuncung dalam memahami persoalan di tingkat akar rumput. Namun, ia menyadari bahwa memimpin Karang Taruna membutuhkan kolaborasi dan tata kelola organisasi yang berkelanjutan.
”Karang Taruna butuh pemimpin yang mau mendengar aspirasi, menyatukan perbedaan, dan memastikan program kerja tidak berhenti pada wacana seremonial belaka,” lanjutnya.
Seluruh proses pencalonan dan mekanisme pemilihan dipastikannya akan tetap tunduk pada aturan serta pedoman dasar organisasi Karang Taruna. Bang Kuncung berharap ajang regenerasi kepemimpinan ini menjadi ruang edukasi politik yang sehat bagi para pemuda di Kelurahan Pejuang. (AHD)