
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata terus ditunjukkan oleh tim tenaga kesehatan (Nakes) UPTD Puskesmas Pejuang melalui program kunjungan rumah kepada pasien, Minggu (3/5/2026).
Kepala UPTD Puskesmas Pejuang, drg. Lily Yulianti, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat merespons laporan masyarakat dengan menginstruksikan tim untuk segera melakukan peninjauan langsung ke rumah pasien yang membutuhkan.
Menurutnya, program ini menyasar kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan secara langsung, seperti lansia, penderita penyakit kronis, hingga penyandang disabilitas.
“Melalui kunjungan rumah, kami ingin memastikan setiap individu tetap memperoleh hak pelayanan kesehatan secara layak dan berkesinambungan,” ujar Lily.
Ia menambahkan, layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang terkendala kondisi kesehatan maupun keterbatasan mobilitas, sehingga tidak perlu datang langsung ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam pelaksanaannya, tim Nakes tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai perawatan mandiri di rumah. Langkah ini dinilai penting guna mendukung proses pemulihan sekaligus mencegah risiko komplikasi penyakit.
Kehadiran tim medis tersebut disambut positif oleh keluarga pasien. Mereka mengaku sangat terbantu, terutama dalam hal efisiensi waktu, tenaga, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan tim Nakes. Ini sangat membantu kami,” ujar salah satu keluarga pasien.
Meski berjalan baik, program ini juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan jumlah tenaga kesehatan serta luasnya cakupan wilayah pelayanan. Hal ini membuat pengaturan jadwal kunjungan harus dilakukan secara cermat agar seluruh pasien tetap dapat terlayani secara optimal.
UPTD Puskesmas Pejuang berharap program kunjungan rumah ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga pasien, dan masyarakat, pemerataan layanan kesehatan diyakini dapat terwujud secara lebih maksimal.(AHD)