
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat, Heikal Safar, menggelar Diskusi Bulanan I dan Temu Media dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 15.30 WIB di Gedung Heikal Safar & Partners, Grand Kota Bintang, Jalan Raya Kalimalang KH Noer Ali, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Diskusi mengangkat tema “Mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi soal Pencalonan Presiden & Keteladanan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.” Tema tersebut memadukan isu hukum dan ketatanegaraan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Heikal Safar mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi mengenai perkembangan demokrasi dan ketatanegaraan Indonesia.

“Kita ingin memastikan setiap langkah ketatanegaraan, termasuk soal pencalonan Presiden, berjalan sesuai aturan hukum dan prinsip keadilan. Di saat yang sama, kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami undang-undang, tetapi juga memiliki akhlak mulia sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” ujar Heikal Safar.
Narasumber Kompeten
Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang di bidang hukum, politik, dan keislaman, di antaranya Ustaz Farid Okbah, MA; Dr. Anung Alhamad, Lc., MA; Dr. Theo Yusuf, SH., MH.; serta Dr. (C) Thorik Thalib, SH., MH.
Para narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif yang kritis dan konstruktif terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pencalonan Presiden, sekaligus membahas pentingnya nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Heikal, demokrasi dan kehidupan bernegara tidak cukup hanya dibangun melalui aturan hukum, tetapi juga membutuhkan keteladanan, integritas, keadilan, serta akhlak para pemimpinnya.
Melalui Diskusi Bulanan I dan Temu Media ini, Partai Ummat berharap dapat memperkuat silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat dan media, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan demokrasi Indonesia.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah berpikir bersama untuk mendorong terwujudnya Indonesia yang berkeadilan, berkeadaban, dan penuh keberkahan.
(Akii)