
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Pemerintah Kecamatan Medan Satria terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Memasuki tahun 2026, Camat Medan Satria Budi Rahman melakukan transformasi program mingguan dengan meluncurkan Gebug Kampung (Gerebeg Rembug Kampung), sebuah program aspiratif yang langsung menyentuh lingkungan masyarakat.
Program Gebug Kampung merupakan pengembangan dari agenda rapat minggon yang sebelumnya rutin dilaksanakan di kantor kelurahan. Kini, kegiatan tersebut dialihkan langsung ke lingkungan warga dengan lokasi di kantor sekretariat RW, sehingga pemerintah kecamatan dapat lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Gebug Kampung kali ini digelar di wilayah RW 32 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, pada Rabu (21/1/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Medan Satria, Lurah Pejuang, Babinsa, pengurus RW, warga setempat, serta perwakilan UPTD teknis dari dinas terkait.
Camat Medan Satria Budi Rahman menjelaskan bahwa program Gebug Kampung bertujuan untuk mempercepat pelayanan sekaligus penyelesaian keluhan warga secara langsung di lapangan.
“Program ini merupakan transformasi agenda minggon yang sebelumnya dilaksanakan di kantor kelurahan. Kini kita geser langsung ke sekretariat RW agar lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Budi Rahman.
Ia menambahkan, program ini telah berjalan di tiga kelurahan dan dinilai efektif dalam menyerap aspirasi warga.
“Dengan lokasi dan sarana di lingkungan RW, persoalan warga bisa langsung teridentifikasi, terakomodir, dan ditindaklanjuti, baik secara internal kelurahan maupun melalui koordinasi lintas dinas,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran UPTD teknis dari berbagai dinas dalam program Gebug Kampung memungkinkan pembahasan solusi dilakukan secara langsung, termasuk merumuskan langkah penyelesaian yang konkret.
“Program ini cukup efektif karena aspirasi warga bisa langsung terserap dan dibahas bersama,” tegasnya.
Selain sebagai wadah penyampaian aspirasi, Gebug Kampung juga memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, seperti pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), pelayanan umum, hingga pembahasan persoalan infrastruktur yang memerlukan perencanaan dan penganggaran.
Budi Rahman menargetkan melalui program ini dapat tercipta “Zero Nol Masalah”, yakni meminimalisir bahkan menuntaskan berbagai persoalan wilayah melalui respon cepat dan sinergi lintas instansi.
Sementara itu, Lurah Pejuang Suhendra menyambut baik pelaksanaan Gebug Kampung. Menurutnya, program ini mampu mendorong pelayanan publik yang lebih efektif dan pembangunan wilayah yang tepat sasaran.
“Dengan adanya Gebug Kampung, pelayanan publik diharapkan semakin efektif, aspirasi warga lebih cepat tertangani, dan pembangunan wilayah dapat berjalan lebih cepat serta tepat sasaran,” pungkas Suhendra.(AHD)