
Berita Teraktual-Bandar Lampung
Sejumlah eksponen Gerakan Reformasi 1998 di Provinsi Lampung menyatakan dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disampaikan melalui deklarasi dan pernyataan sikap di Mor Living, Hotel Praba, Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, Rabu, 1 Juli 2026.
Dalam pernyataan tersebut, para aktivis yang terlibat dalam perjuangan Reformasi 1998 menegaskan bahwa perjuangan reformasi belum sepenuhnya selesai. Keberhasilan reformasi selama ini baru mencapai aspek demokrasi politik, sementara cita-cita mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan rakyat masih menjadi pekerjaan besar bangsa.
Reformasi Belum Tuntas di Aspek Keadilan Sosial
Salah satu inisiator 98 Resolution Network, Suprianto, mengatakan semangat reformasi harus terus dijaga dengan tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945.
“Reformasi telah berhasil membuka ruang demokrasi, kebebasan pers, kebebasan berpendapat, serta melahirkan sistem politik yang lebih terbuka. Namun perjuangan belum selesai. Agenda besar berikutnya adalah memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Suprianto, yang akrab disapa Anto, dalam pernyataan sikap tersebut.
Para eksponen Gerakan 98 Lampung yang hadir menilai, berbagai kebijakan Presiden Prabowo memiliki arah yang sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, terutama dalam memperkuat peran negara mengelola sumber daya strategis demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Apresiasi Pemberantasan Korupsi dan Penguatan Ekonomi
Mereka menilai langkah pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi, menata pengelolaan sumber daya alam, meningkatkan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN, hingga memperkuat tata kelola BUMN melalui pembentukan Danantara merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih berkeadilan.
Para eksponen juga mengapresiasi komitmen pemerintah menindak tindak pidana korupsi, termasuk kebijakan penyitaan aset hasil korupsi yang diarahkan untuk mendukung program sosial.
“Kami melihat upaya penegakan hukum terhadap korupsi harus terus diperkuat. Aset hasil tindak pidana yang berhasil diselamatkan negara semestinya dikembalikan kepada rakyat melalui program-program yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Cahyalana, yang akrab disapa Cay.
Program-program yang dimaksud antara lain Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, penguatan koperasi desa, bantuan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Mereka juga mendukung langkah pemerintah menertibkan kawasan hutan, membenahi perizinan pengelolaan sumber daya alam, memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor, serta melakukan reformasi tata kelola BUMN melalui Danantara.
Di bidang fiskal, kelompok tersebut menilai kebijakan efisiensi APBN dan realokasi anggaran ke program yang langsung menyentuh masyarakat merupakan langkah strategis mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Komitmen Kawal Demokrasi Secara Konstruktif
Meski mendukung program pemerintah, para eksponen menegaskan sikap tersebut tidak mengurangi komitmen mereka menjaga demokrasi. Mereka tetap menghormati kebebasan berpendapat sebagai capaian terbesar Reformasi 1998, namun berharap kritik disampaikan secara konstruktif dengan solusi.
“Kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Tetapi kritik akan jauh lebih bermanfaat apabila dibangun di atas data, argumentasi, dan solusi untuk kepentingan bangsa,” ungkap Abu Hasan.
Melalui pernyataan sikap, para eksponen mengajak mahasiswa, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta seluruh elemen bangsa mengawal pelaksanaan program pemerintah agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan amanat konstitusi.
Mereka menegaskan akan terus mengawasi agar seluruh kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat dan terbebas dari korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan.
66 Pemrakarsa Tandatangani Pernyataan Sikap
Deklarasi tersebut ditandatangani 66 pemrakarsa Eksponen Gerakan Reformasi 1998 Lampung. Deklarasi diinisiasi tiga tokoh 98 Resolution Network, yakni Binbin Firman Tresnadi, Hari Rusly Moty, dan Suprianto yang hadir di lokasi konferensi pers.
Sejumlah tokoh Gerakan Reformasi 1998 Lampung juga hadir, di antaranya Cahyalana, Usman Hendrawan, Abu Hasan, Tomy Samantha, Bella Suzantina, Purnama Hidayah, dan Trias Yulizar Saputra.
Mereka menutup pernyataan sikap dengan mengajak masyarakat menjaga persatuan nasional di tengah dinamika politik dan tantangan ekonomi, serta mengedepankan dialog, demokrasi, dan semangat gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(GD/Sky)