
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang disertai banjir di sejumlah wilayah Kota Bekasi, pihak SMPI Diaulhaq mengambil langkah cepat dengan mengalihkan kegiatan pembelajaran tatap muka (luring) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Kamis (29/1/2026).
Keputusan ini diambil oleh Kepala Sekolah SMPI Diaulhaq bersama dewan guru sebagai upaya menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik, mengingat akses menuju sekolah dan lingkungan sekitar terdampak banjir serta tingginya curah hujan.
Melalui informasi yang disampaikan di WhatsApp Group (WAG), pihak sekolah mengimbau seluruh siswa untuk tetap mengikuti proses pembelajaran secara daring dengan disiplin dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang telah disediakan sekolah.
“Kami meminta dukungan penuh dari orang tua untuk mendampingi putra-putrinya selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlangsung di rumah masing-masing,” ujar salah satu guru tata usaha SMPI Diaulhaq.
Ia menegaskan, keselamatan siswa menjadi prioritas utama pihak sekolah dalam mengambil kebijakan ini.
“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Kami berharap seluruh siswa tetap semangat belajar dari rumah dan mengikuti arahan guru masing-masing,” tegasnya.
Pihak sekolah juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan banjir, serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Sementara itu, bagi siswa yang terdampak banjir cukup parah dan mengalami kendala akses jaringan internet, diminta segera menginformasikan kondisi tersebut kepada wali kelas masing-masing agar dapat dicarikan solusi pembelajaran yang sesuai.(AHD)