
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Pelaksanaan Tahap I Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 11 Kota Bekasi tahun ajaran 2026/2027 mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat. Sejak dibuka dari tanggal 15 hingga 18 Juni 2026, ruang pelayanan informasi sekolah tampak dipadati oleh ratusan orang tua bersama calon siswa yang ingin berkonsultasi mengenai kelengkapan berkas pendaftaran.
Antusiasme ini terlihat jelas dari ramainya pos layanan informasi yang disediakan pihak sekolah. Guna memberikan pelayanan terbaik, para petugas dan panitia SPMB aktif mendampingi serta memberikan penjelasan detail terkait jalur pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga tahapan seleksi.
Salah satu orang tua calon siswa mengaku sengaja datang langsung ke sekolah agar mendapatkan informasi yang akurat. Menurutnya, kehadiran panitia yang responsif sangat membantu dalam memahami prosedur pendaftaran.
“Kami datang untuk memastikan seluruh berkas sudah sesuai. Dengan bertanya langsung kepada panitia, kami merasa lebih yakin dan tidak khawatir terjadi kesalahan saat proses pendaftaran,” ungkap salah seorang wali murid saat ditemui di lokasi, Rabu (17/6/2026).
Catat Rekor Pendaftar Tertinggi di Kota Bekasi
Humas SMKN 11 Kota Bekasi, Eka, menjelaskan bahwa khusus pada SPMB Tahap I ini, SMKN 11 Kota Bekasi berhasil menjadi SMK dengan jumlah pendaftar tertinggi di Kota Bekasi. Hingga hari ini, tercatat ada 411 akun yang mendaftar untuk memperebutkan sisa 80 kuota total yang tersebar di beberapa jurusan unggulan, yaitu:
- Akuntansi
- Otomotif
- Teknik Elektronika Industri
- Manajemen Logistik
Animo luar biasa ini sangat kontras jika dibandingkan dengan periode PCMB sebelumnya, di mana dari total 396 kuota yang tersedia, jumlah pendaftar melonjak hingga 1.842 siswa, dengan 316 siswa berhasil terpetakan dan 1.754 siswa belum terpetakan. Akibat tingginya serapan tersebut, kuota gabungan untuk Tahap 1 dan Tahap 2 kini hanya menyisakan 80 kursi saja.
”Khusus untuk Tahap 1, jalur yang dibuka meliputi jalur Prestasi Kejuaraan (akademik maupun non-akademik), Kelas Industri, Anak Guru, serta jalur Mutasi,” jelas Eka.
Sistem Sempat Kendala, Sekolah Garansi Layanan Jujur dan Adil
Terkait proses verifikasi yang sempat tertunda, Eka mengimbau agar para orang tua calon peserta didik baru bisa bersabar. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya kendala teknis pada sistem.
”Kami memohon maaf karena belum bisa memverifikasi berkas dikarenakan kendala sistem. Semoga sore ini sistem bisa kembali lancar dan normal,” ujarnya.
Kendati demikian, pihak sekolah optimistis bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Jabar, serta pihak sekolah akan terus berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Eka juga menegaskan komitmen sekolah dalam menjaga integritas seleksi.
“Insya Allah kami bekerja sesuai SOP. Tidak ada titip-menitip, semuanya dilakukan secara transparan dan jujur,” tegas Eka.
Mengingat SPMB merupakan momentum krusial bagi masa depan anak bangsa, peningkatan kunjungan orang tua ke sekolah dipandang sebagai hal yang wajar. Oleh sebab itu, SMKN 11 Kota Bekasi berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas layanan, keterbukaan informasi, dan kenyamanan masyarakat.
Pihak sekolah juga mengingatkan para orang tua untuk terus memantau informasi resmi secara berkala dan memastikan seluruh dokumen persyaratan telah dipersiapkan dengan matang sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.(AHD)