Berita Teraktual
Rabu, 11 September 2024

https://realtimenews.id-Bogor
Syekh Mansyur adalah salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah Bogor. Selain berdakwah beliau merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Beliau lahir sekitar tahun 1800 Masehi dan dimakamkan di Desa Cileungsi Kaum, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Salah satu bukti peninggalan sejarah beliau adalah Masjid Al-Masyur Al-Muqorobin, yang sampai saat ini masih kokoh berdiri di jalan Transyogi (Alternatif Cileungsi-Cibubur) Bogor. Rabu (11/9).
Menurut salah satu keturunan Raden Syekh Mansyur, Hajjah Titi, mengatakan silsilah serta riwayat dari Raden Syekh Mansyur dengan nama lengkap Raden Haji Mansyur.
“Beliau adalah keturunan dari Mbah Raden Haji Syekh Muhamad Yusuf bin Raden Syekh Moh.Alim (Nunggul – lebak banten) bin Raden Syekh Abdul Karim (Tanara Banten). Garis keturunan Raden Syekh Mansyur menyebar sampai ke seluruh Nusantara, diantaranya ada yang di Jawa timur, Mbah Raden Susunan Ronggolawe, Pangeran Gesanulung Raja Sumedang, di Cianjur Raden Natadimanggala, di Tasik Syekh Abdul Muhyi, di Garut Mbah Raden Sawidak Reana, di Karawang Mbah Raden Singa Perbangsa/Singa Bangsa.
Sampai puncaknya di Pakuan Kebon Raya Bogor, Mbah Ratu Galuh Mangku Alam,” papar Hj. Titi.
Lanjut Hajjah Titi, Sedangkan silsilah dari ibundanya yaitu Mbah Raden Nyai Murtasiah binti Mbah Raden Karta Widjaya/Djuragan Narun (Kampung Dayeuh Bogor), masih keturunan Tumenggung Wira Saba bin Tumenggung Dongkol ing Banyumas Jawa Tengah. Sampai ke Sayyidina Gedeng Mataram garis keturunan Sayyidina Husein cucu Nabi Muhammad SAW.
“Raden Syekh Mansyur adalah anak ketiga dari lima bersaudara, Kakak pertamanya adalah mbah Raden Marfu/Mbah Raden Uwa/Mbah Guru, makamnya di pemakaman mede kampung Rawa Banteng, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Sedangkan Kakak keduanya Raden Bakri , Ketiga adalah Raden Syekh Mansyur. Sedangkan adik-adiknya yaitu Raden Mustofa dan Raden Kohar,” tambah Hj. Titi.
“Saya berharap dengan membuka babad riwayat leluhur ini agar bisa bermanfaat untuk semuanya, setidaknya mengerti silsilah dan cerita sejarah yang sebenarnya, agar generasi yang akan datang lebih menghormati jasa-jasa para pahlawan. Jangan sampai bercerai berai, Bhineka Tunggal Ika.
Bin/Binti kita sama, semua bersaudara. Ingat, para pahlawan bangsa Indonesia memerdekakan bangsa ini bukan hanya berkorban harta, tenaga, pikiran saja tapi nyawa jadi pertaruhannya,” tutup Hj. Titi. (Sukayat)
Diralat dong..
Anak dari R. Yusuf
1. R. Marfu
2. R. Mansyur
3. R. Qohar
4. R. Idris
5. R. Muhamad Isa
Siap,, trimakasih atas koreksinya