
Berita Teraktual-Jakarta
Puluhan massa dari Logis 08 gelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK RI dan Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kamis 11/6 siang.
Aksi ini fokus mendesak KPK mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan layanan notifikasi perbankan yang diduga libatkan PT BRI dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Tuntutan Logis 08 ke KPK
- Usut tuntas tanpa tebang pilih – Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo tegas minta proses hukum profesional, transparan, independen, bebas intervensi.
- Segera tetapkan tersangka – “Kami meminta KPK segera menetapkan tersangka apabila alat bukti telah mencukupi dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu,” ujar mantan Waketum DPP KNPI + eks aktivis HMI ini.
- Pulihkan kerugian negara – Wakil Ketum Fuad B selaku Jendral Lapangan desak APH maksimalkan pelacakan aset, penyitaan, asset recovery. “Korupsi adalah kejahatan luar biasa… setiap rupiah uang negara yang diselewengkan bentuk pengkhianatan ke rakyat,” tegasnya.
Anshar Ilo soroti nilai kerugian negara yang disebut besar di pemberitaan. Perkara harus diusut sampai akar-akarnya.
Desak BUMN Benahi Tata Kelola
Dalam pernyataan sikap, Logis 08 juga dorong pemerintah perkuat sistem pengawasan, tata kelola, transparansi, akuntabilitas di lingkungan BUMN. Tujuannya cegah praktik korupsi serupa ke depan.
Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat. Massa gantian orasi + serahkan pernyataan sikap ke pihak terkait sebagai bentuk kawal pemberantasan korupsi.
“Kawal Sampai Tuntas”
Di akhir aksi, Anshar Ilo ajak mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, media ikut kawal kasus ini.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jangan sampai ada pihak yang kebal hukum. Indonesia butuh penegakan hukum berkeadilan demi pemerintahan bersih bebas korupsi,” pungkas Fuad B.
(GD/Sky)