
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Dapil Jawa Barat, Jihan Fahira, активно melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada generasi muda dalam kegiatan yang digelar di SMA Negeri 4 Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026).
Sebelum memulai agenda utama, Jihan Fahira terlebih dahulu melakukan silaturahmi ke Pemerintah Kota Bekasi yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke warga di Aula Perumahan SBS, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Jihan menyampaikan sejumlah isu penting, mulai dari perlindungan perempuan, dorongan digitalisasi UMKM, hingga pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar komite keuangan di lingkungan masyarakat dapat lebih aktif memberikan edukasi yang informatif.
Warga pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait keterbatasan akses lapangan pekerjaan dan kebutuhan peningkatan keterampilan (upgrade skill).
Usai menyapa warga, Jihan melanjutkan kegiatan ke SMA Negeri 4 Kota Bekasi. Kehadirannya disambut antusias oleh para guru dan siswa, terutama bagi mereka yang baru mengenalnya.
Di hadapan para pelajar, Jihan memaparkan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Lebih jauh, Jihan memberikan penekanan khusus pada pentingnya adab dan ilmu bagi generasi muda, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Adab dan ilmu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Adab bahkan menjadi fondasi utama, karena ilmu tanpa adab bisa melahirkan kesombongan dan kerusakan,” tegasnya.
Menurutnya, adab memastikan ilmu digunakan dengan benar dan membawa keberkahan. Oleh karena itu, menjadi pribadi yang berakhlak harus didahulukan sebelum mengejar ilmu.
Selain itu, Jihan juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak di era modern.
“Perkembangan zaman memang tidak bisa dihindari, tapi peran orang tua harus tetap optimal dalam memberikan nasihat. Tanggung jawab itu ada sampai akhir hayat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Jihan berharap generasi muda, khususnya pelajar, dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih baik, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas di masa depan.(AHD)