
Berita Teraktual-Jakarta
Forum Komunikasi Nasional-08 atau FKN-08 sukses menyelenggarakan Konsolidasi Rakyat Organisasi Relawan Pendukung Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, 11 Juli 2026, di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat.
Mengusung tema “Konsolidasi Rakyat Mendukung Program Pro-Rakyat dan Pro-Kemandirian Ekonomi Presiden Prabowo Subianto”, kegiatan ini menjadi forum silaturahmi, musyawarah, dan penyatuan persepsi. Sekaligus penguatan sinergi antarorganisasi relawan, tokoh masyarakat, akademisi, komunitas, dan berbagai elemen bangsa dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Lebih dari 125 pimpinan komunitas, tokoh masyarakat, akademisi, serta para inisiator FKN-08 hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum yang berlangsung secara terbuka, demokratis, dan penuh semangat kebangsaan.
“FKN-08 Rumah Besar, Bukan untuk Memukul”
Dalam sambutannya, Inisiator sekaligus Ketua Panitia, Indria Febriansyah, menegaskan FKN-08 dibentuk sebagai wadah persatuan seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat sama untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“FKN-08 hadir untuk merangkul, bukan memukul. Forum ini menjadi rumah besar yang menyatukan berbagai organisasi, komunitas, dan elemen masyarakat tanpa sekat,” ucap Indria.
Menurutnya, tidak ada lagi ego sektoral. Yang ada adalah semangat gotong royong untuk memastikan seluruh program pro-rakyat dan pro-kemandirian ekonomi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
“FKN-08 menjadi rumah besar kebangsaan bagi seluruh masyarakat dan relawan pendukung Prabowo-Gibran,” jelasnya.
Indria menegaskan, dukungan terhadap pemerintahan tidak berhenti pada pernyataan politik semata, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, edukasi publik, pengawalan kebijakan, serta kolaborasi konstruktif antara masyarakat dan pemerintah.

Tetapkan 14 Bidang Program Kerja Strategis
Mewakili para inisiator, Yoserizal Nasution memaparkan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkenalkan 14 bidang program kerja strategis yang menjadi fokus gerakan FKN-08.
“Salah satu prioritas utama adalah pembentukan koordinator bidang Ketahanan Pangan, sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” ucap Yose.
Selain itu, forum juga menetapkan bidang strategis lainnya meliputi penguatan ekonomi kerakyatan, koperasi desa, hilirisasi industri nasional, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik dalam menangkal disinformasi dan berita bohong.
“Seluruh program tersebut akan dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat keberhasilan agenda pembangunan nasional,” jelas Yose.
Kawal Ekonomi Pancasila dan Komitmen Bersama
Sesi utama menghadirkan Nehemia Lawalata, S.E., mantan Sekretaris Bidang Politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya mengembalikan arah pembangunan ekonomi Indonesia sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dengan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan nasional, yang dikenal dengan konsep Sumitronomic.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menghindari praktik ekonomi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu serta mendorong lahirnya sistem ekonomi yang berkeadilan, berdaulat, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Sebagai hasil musyawarah nasional, peserta menyepakati 4 komitmen bersama:
- Mendukung sepenuhnya seluruh program dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
- Menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan, mengawal, serta membantu pelaksanaan program-program pro-rakyat di seluruh Indonesia.
- Memperkuat persatuan bangsa dengan melawan disinformasi, fitnah, provokasi, dan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
- Segera membentuk perangkat organisasi dan koordinator bidang, termasuk Bidang Ketahanan Pangan, agar program-program FKN-08 dapat segera diimplementasikan di berbagai daerah.
“Konsolidasi Rakyat ini menjadi tonggak awal penguatan gerakan masyarakat sipil yang bersatu mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana cita-cita bangsa,” pungkas Lawalata.
(GD/Sky)