
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi mulai mengambil langkah konkret untuk mengurai persoalan banjir tahunan yang membayangi warga Medan Satria. Penjajakan teknis di lapangan terus dimaksimalkan demi mempercepat eksekusi proyek pemecah aliran air di kawasan tersebut.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, merespons langsung keluhan warga dengan menerjunkan tim gabungan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di kawasan RW 16 Pejuang. Peninjauan ini difokuskan untuk mengukur efektivitas rencana pembangunan sodetan Kali Kapuk sebagai jalur evakuasi air saat intensitas hujan meningkat.
Langkah pemetaan ini diambil agar skema pembangunan tidak hanya ampuh secara teori, tetapi juga presisi menghadapi sumbatan dan pendangkalan di lapangan.
Fokus Teknis dan Penguatan Drainase
Dalam peninjauan tersebut, jajaran aparatur wilayah menyodorkan peta titik rawan genangan serta evaluasi mendalam mengenai daya tampung drainase pemukiman yang ada saat ini.
”Penanganan banjir memerlukan langkah yang terencana, terukur, dan melibatkan koordinasi lintas sektor. Pemkot Bekasi terus berupaya mempercepat penyusunan langkah teknis agar realisasi proyek ini memberikan dampak langsung bagi warga,” ujar Tri Adhianto di sela-sela peninjauan.
Adapun poin utama yang menjadi fokus evaluasi meliputi:
- Peningkatan Kapasitas Debit Air: Sodetan dirancang untuk membagi beban aliran Kali Kapuk agar tidak melimpah ke pemukiman warga.
- Normalisasi Saluran Penghubung: Perbaikan jaringan drainase sekitar RW 16 agar aliran menuju sodetan tidak tersumbat.
- Integrasi Lintas Sektor: Sinkronisasi jadwal pengerjaan fisiknya agar meminimalkan kendala teknis di lapangan.
Harapan Baru Warga Pejuang
Kawasan Pejuang khususnya pemukiman di sekitar Harapan Indah, selama ini kerap lumpuh saat curah hujan tinggi. Kehadiran infrastruktur pengendali banjir yang permanen menjadi kebutuhan mendesak agar roda ekonomi dan mobilitas harian warga tidak terganggu.
Warga RW 16 menyambut positif respons cepat pemerintah daerah tersebut. Mereka berharap tahapan perencanaan ini tidak memakan waktu lama dan segera beralih ke tahap pengerjaan fisik sebelum puncak musim hujan tiba.
Sinergi antara pemetaan lapangan dan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi titik balik terciptanya sistem drainase yang andal dan berkelanjutan di wilayah Kelurahan Pejuang dan sekitarnya.(AHD)