
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama sang istri, Wiewiek Hargono, menghadirkan kisah inspiratif mengenai pola pengasuhan keluarga yang berhasil mengantarkan ketiga anaknya meraih kesuksesan di bidang masing-masing. Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Tri Adhianto tetap memegang peran penting sebagai kepala keluarga yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas sejak dini di rumah.
Sementara itu, sang istri, Wiewiek Hargono, yang juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, turut memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan karakter dan pendidikan anak-anak mereka. Kombinasi peran keduanya menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan keluarga ini.
Kini, ketiga anak mereka menunjukkan prestasi yang menonjol. Putra sulung, Mahendra Ghani, bertugas sebagai anggota kepolisian setelah menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol), meski sempat mengalami kegagalan pada seleksi pertama. Anak kedua, Sabrina Dhia Salsabila, meniti karier sebagai dokter spesialis. Sementara si bungsu, Bintang, sedang menjalani pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil).
Meski sebagian publik menilai bahwa anak pejabat memiliki akses dan fasilitas yang lebih mudah, perjalanan ketiga anak tersebut justru menunjukkan bahwa ketekunan, kedisiplinan, dan kesiapan mental tetap menjadi faktor utama keberhasilan mereka—hal yang tidak dapat dibeli oleh jabatan atau pengaruh orang tua.
Penguatan perspektif mengenai peran keluarga dalam kesuksesan anak turut disampaikan oleh Dosen Psikologi FISIP UNISMA Bekasi, Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si.
“Saya mengenal keluarga Pak Tri sebagai keluarga pejabat publik yang sangat memperhatikan masa depan anak-anaknya. Keberhasilan mereka bukan soal akses atau fasilitas, melainkan buah dari pendidikan karakter dan pendampingan konsisten di rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga tersebut memberi contoh bagaimana keterlibatan orang tua harus hadir bukan hanya ketika anak sukses, tetapi ketika mereka sedang berproses—memberi dukungan emosional, membimbing nilai-nilai hidup, dan memperkuat fondasi religius dalam setiap langkah.
Kisah keluarga Wali Kota Bekasi ini memberikan pesan penting bagi masyarakat bahwa kesuksesan anak tidak ditentukan oleh kemudahan fasilitas, tetapi oleh nilai, pendampingan yang tulus, serta keteguhan dalam menjalani proses sejak dini.(AHD)