
Berita Teraktual-Bekasi
Dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Satria Jaya untuk periode 2026–2034 kian hangat. Tokoh masyarakat, H. Bongkan HM, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung sebagai calon Kepala Desa. Ia membawa misi besar: mewujudkan Desa Satria Jaya yang sejahtera, transparan, dan berkelanjutan.
Langkah H. Bongkan HM untuk maju digerakkan oleh dorongan kuat dari berbagai elemen masyarakat yang mendambakan sosok pemimpin adaptif, transparan, dan mampu menjawab tantangan masa depan desa.
Pembangunan Berkelanjutan: Tidak Cukup Hanya Fisik
Dalam keterangannya pada Sabtu sore (25/7/2026) di kediamannya, H. Bongkan HM menegaskan bahwa tolok ukur kemajuan desa tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Saya ingin menghadirkan pemerintahan desa yang terbuka, melayani, dan mampu bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang,” ujar H. Bongkan HM.

Ia menekankan tiga pilar utama dalam komitmennya:
- Peningkatan Kualitas SDM: Melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan pemuda.
- Pemberdayaan Ekonomi Warga: Mengoptimalkan potensi lokal di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
- Pelestarian Lingkungan: Menjaga keseimbangan ekosistem sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Transparansi Anggaran & Partisipasi Publik
Salah satu poin krusial yang diusung H. Bongkan HM adalah keterbukaan tata kelola keuangan desa. Ia berkomitmen penuh untuk mengelola dana desa secara akuntabel dan transparan, serta melibatkan masyarakat sejak proses perencanaan hingga pengawasan program.
Menurutnya, potensi desa yang melimpah hanya bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi nyata jika dikelola secara profesional dan inklusif.
Sambut Pilkades 20 September 2026 dengan Damai
Pencalonan H. Bongkan HM mendapat respons positif dari warga. Meski demikian, masyarakat berharap ajang Pilkades yang dijadwalkan pada 20 September 2026 mendatang menjadi panggung adu gagasan yang sehat bagi seluruh kandidat.
Warga menginginkan agar setiap calon kepala desa memaparkan visi, misi, dan rekam jejaknya secara terbuka. Dengan begitu, masyarakat dapat menentukan pilihan secara cerdas untuk melahirkan pemimpin yang amanah, responsif, dan berpihak pada rakyat.(AHD)