
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Pagi yang cerah di awal pekan mendadak berubah menjadi mencekam di kawasan Simpang Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Senin (29/6/2026). Sebuah truk boks ekspedisi diduga mengalami rem blong dan meluncur tak terkendali, menghantam keras barisan sepeda motor yang sedang tertib menunggu lampu merah.
Tragedi pada pukul 08.45 WIB ini merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online (ojol) dan menyebabkan sembilan orang lainnya luka-luka.
Kronologi Kejadian: Meluncur Kencang Saat Lampu Merah
Menurut kesaksian warga di lokasi, truk boks Isuzu bernomor polisi B-9916-TXT milik PT Rianinda Utama Ekspedisi melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi. Saat mendekati persimpangan, lampu lalu lintas sebenarnya sudah berwarna merah dan sejumlah pemotor telah berhenti dengan tertib.
”Truknya melaju kencang sekali. Sepertinya memang sudah blong dari jarak beberapa ratus meter sebelum persimpangan. Langsung menghantam para pemotor yang sedang berhenti,” ujar Bayu Kusuma (24), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Nahas, hantaman keras tersebut membuat para pengendara motor terpental. Truk baru benar-benar berhenti setelah terus melaju dan menabrak kendaraan lain yang datang dari arah Tol Bekasi Timur menuju SMP Negeri 2 Kota Bekasi.
Duka Ojol dan Daftar Korban
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi komunitas ojek online. Sukanta (42), seorang driver ojol yang sedang berjuang mencari nafkah di jam sibuk, meninggal dunia di tempat akibat luka berat di bagian kepala.
Sementara itu, penumpang yang diboncengnya, Nur Jamilah (52), mengalami luka berat dan saat ini masih berjuang dalam perawatan intensif di RS Siloam Bekasi Timur.
Sembilan korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Berikut adalah data korban luka ringan yang sempat dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat (RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Timur, dan RS Bhakti Kartini):
- Saiful Qomari (37) – Warga Kabupaten Madiun
- Tomiy (24) – Warga Kabupaten Bangkalan
- Salza Maylia Zukriansyah (26) – Warga Kabupaten Tangerang
- Eka Sari Effriyanty (49) – Warga Kabupaten Tangerang
- Taufik Hidayat (34) – Warga Jatiasih, Bekasi
- Muhammad Fathurrohman Al Jaziri (21) – Warga Kabupaten Bekasi
- Erlis Dwi Setiowati (44) – Warga Bekasi Barat
- Inggrid Selvia Gita (19) – Warga Bekasi Barat
Catatan: Sebagian besar korban luka ringan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Sopir Truk Diperiksa, Polisi Selidiki Kelayakan Kendaraan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengonfirmasi bahwa dugaan awal kecelakaan ini adalah murni kegagalan sistem pengereman.
”Dugaan sementara, kendaraan truk boks kehilangan fungsi pengereman atau rem blong,” jelas Iptu Rojali.
Pengemudi truk, Jones R. Leatemia (48), sempat tidak sadarkan diri sesaat setelah tabrakan hebat terjadi. Kini, sang sopir telah diamankan oleh pihak kepolisian dan sedang menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap kepastian penyebab kecelakaan.
Saat ini, bangkai truk boks tersebut telah dievakuasi ke lahan barang bukti kecelakaan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pejuang, Bekasi Utara. Tim teknis kepolisian terlihat langsung bergerak cepat melakukan uji petik dan pemeriksaan kelaikan jalan pada armada ekspedisi tersebut.
Jasa Raharja Pastikan Santunan Cepat Cair
Merespons tragedi ini, Jasa Raharja Bekasi Raya bergerak cepat untuk memberikan kepastian hak bagi para korban. Kepala Cabang Jasa Raharja Bekasi Raya, Eko Prasetya, menegaskan bahwa seluruh korban dijamin oleh santunan negara.
- Korban Meninggal Dunia: Ahli waris almarhum Sukanta akan menerima santunan sebesar Rp50 juta.
- Korban Luka-luka: Mendapatkan jaminan biaya perawatan rumah sakit maksimal Rp20 juta.
”Kami akan langsung mendatangi kediaman keluarga korban agar proses administrasi dan penyaluran santunan bisa selesai secepat mungkin,” tutur Eko.
Tragedi di Simpang Unisma ini kembali menjadi alarm keras bagi para pengusaha otobus dan ekspedisi untuk selalu memastikan kelaikan armada mereka sebelum mengaspal di jalan raya, demi mencegah hilangnya nyawa di jalanan.(Red)