
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 Kota Bekasi terus menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak mulia. Melalui berbagai program pembiasaan positif yang berkelanjutan, sekolah berhasil membangun budaya disiplin, sopan santun, dan etika yang kuat pada diri siswa, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala SMKN 11Kota Bekasi, R. Prawoto Hari Wibowo, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam menyiapkan masa depan peserta didik. Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan selaras dengan tanggung jawab sosial.
”Kami meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter peserta didik. Oleh karena itu, pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan pendampingan secara konsisten menjadi bagian penting dari budaya sekolah,” ujar Prawoto pada Sabtu (20/6/2026).
Komitmen Pembiasaan Ibadah dan Pendampingan Intensif
Dalam pelaksanaannya, SMKN 11 Kota Bekasi mengintegrasikan nilai-nilai religius dan pengawasan emosional ke dalam aktivitas harian siswa. Beberapa program unggulan yang dijalankan secara konsisten antara lain:
- Pelaksanaan Sholat Dhuha bersama.
- Tadarus Al-Qur’an sebelum memulai KBM.
- Sholat Dzuhur berjamaah di sekolah.
- Pendampingan intensif oleh wali kelas yang diposisikan sebagai ‘orang tua kedua’ bagi siswa.
Aturan Bijak Penggunaan Smartphone dan Peran BK
Selain pembiasaan ibadah, ketegasan dalam menegakkan aturan juga menjadi kunci keberhasilan budaya disiplin di sekolah ini. Salah satunya adalah kebijakan penggunaan telepon genggam (HP) secara bijak demi menjaga fokus belajar siswa. Sekolah tidak segan melakukan penyitaan sementara jika mendapati siswa menggunakan HP di luar peruntukan belajar atau mengganggu jalannya kelas.
Di sisi lain, fungsi preventif juga diperkuat melalui peran aktif guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP/BK). Tim BK bertugas melakukan deteksi dini terhadap potensi perilaku menyimpang siswa agar tidak berdampak negatif pada masa depan mereka. Langkah pembinaan yang diambil mengedepankan pendekatan humanis, seperti konseling tunggal, komunikasi intensif dengan orang tua, serta pendampingan berkelanjutan.
”Pendekatan tersebut bukan bertujuan untuk menghukum, melainkan sebagai bentuk kepedulian sekolah dalam menjaga dan menyelamatkan masa depan peserta didik dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat pencapaian cita-cita mereka,” tambah Prawoto.
Melalui sinergi yang solid antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat, SMKN 11 Bekasi optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang siap kerja, kompeten, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan memegang teguh moto sekolah: “Disiplin Hari Ini, Sukses di Masa Depan.”
Sumber: Humas SMK Negeri 11 Kota Bekasi
(AHD)