
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Semangat gotong royong warga RW 014 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dalam menyambut Lomba Kreasi PKK Tingkat Kecamatan Tahun 2026 kini dibayangi oleh isu miring terkait tata kelola keuangan internal. Di balik pesan-pesan motivasi yang beredar untuk memenangkan kompetisi, muncul riak keberatan dari warga mengenai aliran dana dan transparansi kas RW.

Isu Dana Talangan Rp 1 Juta Per RT
Penelusuran media mendapati adanya keluhan dari sejumlah warga terkait instruksi dari pihak RW yang meminta setiap Rukun Tetangga (RT) di wilayah RW 014 untuk menalangi biaya operasional lomba sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
Langkah ini memicu polemik, mengingat RW diketahui memiliki saldo kas tersendiri yang dinilai warga seharusnya dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan komunal seperti ini.
”Kami sebagai warga merasa keberatan. Kenapa harus RT masing-masing yang menalangi dulu sebesar satu juta? RW kan punya saldo kas, itu yang mestinya dipergunakan untuk membiayai perwakilan lomba ini,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya demi kenyamanan publik.
Tiga Tahun Tanpa Laporan Keuangan: Warga Tuntut Transparansi
Persoalan dana talangan lomba ini bak pemantik api di dalam sekam. Isu ini membuka tabir persoalan yang lebih besar terkait akuntabilitas kepengurusan RW 014. Dalam perbincangan publik di ruang-ruang diskusi warga, terungkap bahwa selama lebih dari tiga tahun masa jabatan kepemimpinan RW saat ini, diduga belum pernah sekalipun dikeluarkan laporan resmi mengenai rincian Biaya dan Kegiatan RW secara berkala kepada warga.
Ketidakjelasan laporan kas ini memicu mosi tidak percaya dan pertanyaan besar di kalangan warga mengenai ke mana dan bagaimana dana swadaya masyarakat selama ini dikelola.
Kontras Antara Slogan dan Realitas Lapangan
Kondisi ini terasa kontras dengan narasi resmi yang digaungkan oleh pihak RW 014. Dalam pesan ajakan yang beredar, pengurus RW mengajak warga bersatu demi nama baik Bekasi Selatan dengan slogan “Kita Mau, Kita Bisa, Kita Peduli.”
Namun, beberapa warga menilai kepedulian tersebut harusnya dimulai dari keterbukaan pihak pengurus terhadap hak informasi warga mengenai keuangan lingkungan.
Tim redaksi telah menghubungi Ketua RW 014 Pekayon Jaya melalui pesan whatsapp (12/6/2026), untuk meminta konfirmasi resmi dan klarifikasi terkait mekanisme pendanaan lomba serta tuntutan transparansi laporan kas yang dikeluhkan warga,namun sampai berita ini ditayangkan belum ada jawaban dari yang bersangkutan. (Im)