
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Suasana padat terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid pada Kamis malam (28/5/2026). Puluhan pasien terpaksa masih menjalani penanganan medis di area IGD sambil menunggu ketersediaan ruang rawat inap.
Kondisi tersebut membuat sejumlah keluarga pasien harus bertahan berjam-jam di ruang IGD demi mendampingi anggota keluarganya yang belum mendapatkan kamar perawatan.
Berdasarkan informasi pelayanan resmi rumah sakit kepada awak media, pasien yang telah menjalani pemeriksaan awal di IGD umumnya masih menunggu hasil laboratorium (LAB) dan observasi dokter sebelum dipastikan memerlukan rawat inap.
“Pasien yang membutuhkan rawat inap harus melalui proses pencarian kamar oleh bagian central opname sebelum dipindahkan ke ruang perawatan. Namun apabila ruang rawat penuh, pasien tetap menjalani penanganan sementara di IGD,” ujar petugas pelayanan rumah sakit.
Pihak keluarga pasien berharap proses penempatan kamar dapat dipercepat agar pasien memperoleh kenyamanan serta penanganan lanjutan secara optimal, khususnya bagi pasien yang membutuhkan observasi intensif maupun tindakan medis lanjutan.
“Kami berharap ada percepatan penempatan kamar karena pasien tentu membutuhkan ruang perawatan yang lebih nyaman untuk pemulihan,” ungkap salah satu keluarga pasien di lokasi.
Sementara itu, tim IGD rumah sakit menjelaskan bahwa tingginya jumlah kunjungan pasien menjadi salah satu faktor utama keterbatasan ruang rawat inap yang terjadi saat ini.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan seluruh pelayanan medis darurat tetap berjalan sesuai prosedur.
Seluruh pasien yang masih berada di IGD disebut tetap mendapatkan pengawasan dan penanganan medis dari tenaga kesehatan yang bertugas.
Kondisi kepadatan ruang rawat inap ini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait kebutuhan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di Kota Bekasi agar mampu mengantisipasi lonjakan pasien, khususnya pada layanan gawat darurat.(AHD)