
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Peristiwa tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik UPST DKI Jakarta pada Minggu (8/3/2026) siang. Gunungan sampah di zona 4 dilaporkan longsor secara tiba-tiba dan menimbun sejumlah truk pengangkut sampah serta warga yang berada di sekitar lokasi. Insiden ini diduga menelan korban jiwa.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu suasana di area TPST masih dipenuhi aktivitas truk pengangkut sampah yang tengah mengantre untuk membuang muatan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah gunungan sampah sebelum akhirnya material sampah dalam jumlah besar meluncur turun.
Longsoran sampah tersebut langsung menimpa area di bawahnya yang saat itu terdapat antrean truk sampah serta beberapa warung milik pedagang yang biasa beraktivitas di sekitar lokasi pembuangan.
“Suara gemuruhnya sangat keras. Tidak lama kemudian sampah dari atas langsung longsor. Di bawah itu ada truk yang sedang antre dan beberapa orang di warung,” ungkap salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga, diperkirakan terdapat sekitar 8 hingga 9 orang yang diduga tertimbun longsoran sampah. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas dengan dibantu relawan di lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya delapan unit ambulans telah disiagakan di area TPST Bantargebang untuk mempercepat proses penanganan dan evakuasi korban.

Peristiwa longsor di zona 4 ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan TPST Bantargebang. Sebelumnya insiden serupa juga pernah terjadi, namun hanya mengakibatkan kerugian materi tanpa adanya laporan korban jiwa.
Sejumlah pihak turut mendatangi lokasi kejadian, di antaranya anggota DPRD Kota Bekasi dari daerah pemilihan Bantargebang, H. Anton dan Sarwin Edi Saputra, yang hadir untuk memantau langsung kondisi di lapangan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap para korban.
Salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan mendesak agar pihak pengelola TPST Bantargebang bertanggung jawab atas peristiwa yang kembali menelan korban tersebut.
“Pimpinan TPST Bantargebang UPST-DKI harus bertanggung jawab penuh, bukan hanya kepada para korban tetapi juga terhadap sistem pengelolaan yang selama ini dijalankan hingga akhirnya menimbulkan bencana seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pimpinan TPST Bantargebang hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan. Nomor telepon maupun pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp tidak aktif.
Saat ini evakuasi masih terus dilanjutkan karena korban belum di ketemukan semua, korban longsoran sampah baru di temukan 4 jenazah yang langsung dibawa ambulan ke RSUDCAM Kota Bekasi. Terlihat kendaraan BPBD DKI Jakarta mulai berdatangan untuk membantu evakuasi korban longsor.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa pengelolaan sampah dalam skala besar tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa sistem pengamanan yang memadai. Gunungan sampah yang terus bertambah tanpa pengawasan struktur yang ketat berpotensi menjadi bencana sewaktu-waktu. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, keselamatan kerja, serta tata kelola TPST Bantargebang menjadi hal mendesak agar keselamatan para pekerja, pengemudi truk, dan masyarakat sekitar tidak terus berada dalam ancaman.(Im)