Oleh: Syarifudin Budiman, SIP
(Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta)

Berita Teraktual
Teori dan model merupakan dua konsep yang sering digunakan dalam penelitian politik, namun memiliki perbedaan yang signifikan. Teori politik dipertimbangkan telah sama dengan kegiatan yang terhormat, disebut dengan filsafat politik. Teori membantu dalam menjelaskan dan meramalkan fenomena politik, oleh karena itu menetapkan keputusan-keputusan praktis sebuah keniscayaan.
Menurut Quentin Gibson, teori adalah seperangkat atau sistem-sistem pernyataan yang saling berhubungan secara logik dalam berbagai cara yang kompleks. Nelson Polsby menjelaskan, sebuah teori ilmiah merupakan kerangkan kerja generalisasi generalisasi secara deduktif yang berasal dari penjelasan atau prediksi terhadap tipe-tipe tertentu dari peristiwa-peristiwa yang diketahui.
Teori politik memiliki dua ciri, yaitu ciri struktural dan ciri substansif. Ciri struktural menunjukkan hubungan antara konsep-konsep, sedangkan ciri substansif menunjukkan pada empiriknya. Teori dapat menjelaskan generalisasi-generalisasi empirik karena teori lebih bersifat umum, inklusif daripada generalisa empirik.
Carl Campble menjelaskan teori ilmiah terdiri atas sebuah sistem yang dikembangkan secara deduktif yang tidak dapat ditafsirkan dan sebuah penafsiran empirik pada istilah dan kalimat pernafsiran. Suatu cara mengevaluasi teori dengan menentukan bagaimana teori dapat berfungsi dengan baik dan apa yang diharapkan dari teori itu.
Model, di sisi lain, merupakan isomorphisme yang menunjukkan kepada kesama antara sesuatu dan sesuatu lain. Model dapat menunjukkan teori-teori yang diringkaskan. Teori-teori ideal dinamakan model. Bila angka-angka dapat dilekatkan pada konsep dari teori, maka teori itu menjadi model.
Dalam penelitian politik, teori dan model memiliki fungsi yang berbeda. Teori membantu dalam menjelaskan dan meramalkan fenomena politik, sedangkan model digunakan untuk menggambarkan realitas secara akurat. Oleh karena itu, pemahaman yang jelas tentang teori dan model sangat penting dalam penelitian politik.
L.S. Shapley dan Martin Shubik membuat teori kekuasaan model partai politik. Anthony Dawns, dalam modelnya bukan merupakan usaha untuk menggambarkan realitas secara akurat. Dawns mengatakan model mengusulkan hipotesa tunggal untuk menjelaskan pembuatan keputusan pemerintah dan perilaku partai politik secara umum.
Teori-teori yang masuk akal secara empirik menunjukkan pengalaman, sehingga teori itu dapat menjelaskan pengalaman. Sebuah model matematik merupakan isomopik yang benar dengan fenomena politik, maka model ini memiliki keterangan empirik dan dapat menjelaskan. Jika model adalah penafsiran realitas sederhana, model didasari pada teori formal seperti game theory, peneliti memiliki hubungan yang dapat diuji.
Dalam kesimpulan, teori dan model merupakan dua konsep yang penting dalam penelitian politik. Teori membantu dalam menjelaskan dan meramalkan fenomena politik, sedangkan model digunakan untuk menggambarkan realitas secara akurat. Oleh karena itu, pemahaman yang jelas tentang teori dan model sangat penting dalam penelitian politik.
Referensi:
- Amal, Ichlasul dan Budi Winarno, Metodologi Ilmu Politik, PAU Studi Sosial, Universitas Gajah Mada.
- Mas’oed, Mohtar, Ilmu Hubugan Internasional Disiplin dan Metodologi, LP3ES, Jakarta, 1990.
(Red/Sky)