
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Bekasi sejak dini hari menyebabkan banjir merendam sedikitnya tujuh kecamatan dengan kedalaman air yang bervariasi, Kamis (29/1/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan agar warga yang tinggal dan mendirikan bangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) segera mengungsi demi keselamatan.
“Kalau memang itu daerah aliran sungai, seharusnya warga sudah pindah. Apalagi jika tanah yang ditempati bukan milik mereka, melainkan milik Perusahaan Jasa Tirta (PJT),” ujar Tri Adhianto.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah menyiapkan proyek pembangunan tanggul sebagai salah satu upaya pengendalian banjir. Namun, realisasi proyek tersebut masih terkendala proses pembebasan lahan.
“Untuk wilayah Mawar memang harus dibuatkan tanggul agar ada pembatas yang melindungi warga. Tetapi itu membutuhkan pembebasan lahan serta kerelaan warga yang masih tinggal di bantaran sungai,” ungkapnya.
Selain pembangunan tanggul, Pemkot Bekasi juga akan melakukan penertiban bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. Tri menyebutkan, terdapat sekitar 72 bangunan di kawasan Lotte Mart yang masuk dalam rencana penertiban dalam waktu dekat.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga keselamatan warga,” tegas Tri Adhianto.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi korban akibat banjir susulan.(AHD)