
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi mengakui adanya beban utang operasional yang cukup besar yang tengah dialami Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbulloh Abdulmajid. Total kewajiban yang harus ditanggung rumah sakit milik daerah tersebut mencapai sekitar Rp70 miliar.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa utang tersebut berasal dari akumulasi biaya operasional RSUD dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (12/1/2026).
“Ini terkait dengan jumlah kewajiban yang harus ditanggung, kurang lebih sekitar Rp70 miliar, yang memang harus diselesaikan karena berkaitan langsung dengan proses operasional RSUD,” ujar Tri.
Tri menegaskan, persoalan utang tersebut harus dilihat dalam konteks relaksasi serta penataan ulang manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD. Menurutnya, beban keuangan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi tanggungan serius yang perlu segera ditangani agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkot Bekasi telah menginstruksikan manajemen RSUD melakukan langkah-langkah efisiensi serta penyesuaian kebijakan sesuai dengan kemampuan finansial yang ada.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Tri menegaskan, kebijakan ini tidak menyentuh gaji pokok pegawai, melainkan hanya pada komponen tunjangan tambahan, dan sepenuhnya menjadi keputusan manajemen rumah sakit dengan arahan dari pemerintah daerah.
“Efisiensi ini bukan memangkas gaji pokok, hanya penyesuaian pada tunjangan tambahan. Itu pun dilakukan oleh manajemen RSUD sesuai arahan Pemkot,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tri mengungkapkan bahwa persoalan utang ini telah berlangsung cukup lama dan baru terpetakan secara menyeluruh setelah dilakukan audit serta pemetaan internal, seiring dengan terjadinya pergantian kepemimpinan di tubuh manajemen RSUD.
“Karena itu penanganannya tidak bisa instan, tetapi harus dilakukan melalui proses yang terstruktur dan bertahap,” kata Tri.
Meski demikian, Tri menegaskan fokus utama Pemerintah Kota Bekasi saat ini adalah memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan keberlanjutan operasional RSUD di masa mendatang.(AHD)