
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Belum genap sepekan pasca tragedi longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang yang menelan korban jiwa, persoalan baru kembali muncul. Kali ini, antrean panjang truk pengangkut sampah milik DKI Jakarta terlihat mengular di sepanjang Jalan Raya Narogong, Jumat (13/03/2026).
Dari pantauan di lapangan, puluhan hingga ratusan truk sampah tampak berderet panjang sejak pintu masuk kawasan pembuangan hingga melintasi area depan gerbang Vida Narogong. Antrean tersebut membuat badan jalan menyempit dan berpotensi memicu kemacetan parah, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas warga meningkat.
Hingga kini, penyebab pasti mengularnya antrean truk belum diketahui secara pasti. Namun kuat dugaan, aktivitas pembuangan di TPST Bantargebang tengah mengalami pembatasan atau penyesuaian pasca insiden longsor yang terjadi beberapa hari lalu.
Situasi ini memicu keluhan dari warga sekitar maupun para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Jalan Raya Narogong sendiri dikenal sebagai salah satu akses vital yang menghubungkan wilayah Bekasi dengan kawasan industri serta permukiman padat penduduk.
Sakim, salah seorang warga setempat, mengaku khawatir kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, antrean truk yang memakan badan jalan sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Di Jalan Raya Narogong ini memang sering terjadi kecelakaan. Kalau antrean truk sampah sampai panjang seperti ini, risikonya makin besar, terutama bagi pengendara motor,” ujar Sakim kepada awak media, Jumat (13/03/2026).
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan bau menyengat yang ditimbulkan dari muatan sampah serta munculnya belatung yang jatuh dari truk.
“Belum lagi bau tak sedap yang menyengat, ditambah banyak belatung yang berjatuhan dari truk. Ini sangat mengganggu warga dan pengguna jalan,” tambahnya.
Selain mempersempit jalur kendaraan, sejumlah truk juga terlihat berhenti di bahu jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas. Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah kemacetan sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola TPST Bantargebang belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab antrean panjang tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan, meski Kepala Satuan Pelaksana TPST Bantargebang telah dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah perkotaan bukan sekadar persoalan pembuangan, melainkan juga menyangkut keselamatan publik, tata kelola transportasi, serta perlindungan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pengolahan sampah.
Karena itu, koordinasi yang lebih serius antara pemerintah daerah, pengelola TPST, dan aparat lalu lintas dinilai sangat diperlukan agar aktivitas pengangkutan sampah tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur padat kendaraan berat seperti Jalan Raya Narogong serta tetap mematuhi aturan lalu lintas guna meminimalisir risiko kecelakaan.(Im)