
Berita Teraktual-Kota Bekasi
LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi agar tidak terperdaya oleh oknum yang diduga menjual isu dampak pencemaran TPST Bantargebang dan TPA Sumur Batu sebagai kedok untuk memburu rente dari anggaran daerah.
Ketua Umum PMPRI, Rohimat alias Joker, kepada media, Jum’at (20/2/2026) menyatakan kekhawatiran bahwa anggaran program pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup di Kota Bekasi berpotensi diincar oknum pemburu rente. Anggaran tersebut mencapai lebih dari Rp4 miliar, dengan sub program pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dianggarkan lebih dari Rp2 miliar.
“Sub program itulah yang berpotensi diincar oknum pemburu rente karena rincian jenis kegiatannya tidak tercantum secara jelas dalam dokumen tersebut,” kata Joker.
PMPRI meminta Pemkot Bekasi tidak menutup mata terhadap dugaan tersebut dan memperingatkan agar waspada.
“Ada oknum yang diduga menjadikan isu lingkungan di Bantargebang sebagai alat untuk mengincar anggaran daerah,” tegas Joker.
Warga sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumur Batu juga menegaskan bahwa penderitaan warga tidak boleh dijual oknum demi mengincar anggaran.
“Kami yang setiap hari menghirup bau sampah dan merasakan dampaknya. Jangan jadikan penderitaan kami sebagai dagangan,” kata Musa, warga sekitar TPA Sumur Batu.
Masyarakat meminta agar program penanaman pohon melibatkan warga lokal dan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.(Red/Sky)